Media Kampung – 20 Maret 2026 | Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengumumkan pada 20 Maret 2026 bahwa Menteri Intelijen Esmail Khatib tewas dalam serangan udara Israel, menandai kematian pejabat senior ketiga dalam dua hari.

Kematian tersebut juga meliputi Ali Larijani, kepala keamanan nasional, serta Gholamreza Soleimani, komandan pasukan paramiliter Basij, yang dilaporkan terbunuh dalam serangan yang sama pada 17 Maret.

Pezeshkian mengecam tindakan itu sebagai “pembunuhan pengecut” terhadap rekan-rekannya yang terkasih dan menegaskan perjuangan Iran akan berlanjut lebih kuat.

Di platform X, ia menambahkan bahwa jalan para pejabat yang gugur akan terus dilanjutkan dengan tekad yang lebih besar.

Israel menyatakan melalui Menteri Pertahanan Israel Katz bahwa Khatib telah dibunuh, dan mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memberi otorisasi tetap kepada militer Israel untuk menargetkan pejabat senior Iran tanpa persetujuan per kasus.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menawarkan hadiah US$10 juta bagi informasi yang dapat mengidentifikasi pemimpin tertinggi baru Iran serta pejabat tinggi lain yang terlibat dalam konflik.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa kepada Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, menyebut Larijani sebagai sahabat dekat dan memuji kontribusinya dalam memperkuat kemitraan strategis Moskow‑Teheran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengutuk serangan tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan menyerukan semua pihak untuk menghentikan operasi militer.

Beijing menegaskan kembali upaya diplomatiknya di Timur Tengah melalui perwakilan khusus Zhai Jun, yang baru‑baru ini bertemu dengan pejabat regional untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Upacara pemakaman Larijani dan Soleimani dilaksanakan di Teheran pada 18 Maret, dihadiri pejabat tinggi serta warga yang memberi penghormatan terakhir.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa kematian individu tidak menggoyahkan kontinuitas struktural negara, mengingat sistem Republik Islam tidak bergantung pada satu tokoh saja.

Insiden ini terjadi di tengah konflik yang memuncak sejak 28 Februari, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan kampanye bersama untuk menyerang infrastruktur militer dan politik Iran.

Para analis menilai bahwa rangkaian pembunuhan bertujuan melemahkan pengaruh Iran di kawasan dan menghalangi keterlibatannya dalam perang yang lebih luas.

Pezeshkian menutup dengan menegaskan Iran akan menuntut keadilan atas kematian para pejabat sambil mempertahankan posisi defensifnya dalam situasi yang semakin tegang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.