Media Kampung – 12 Maret 2026 | JAKARTA, 12 Maret 2026 – Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang baru saja kembali dari Iran melaporkan kondisi kehidupan sehari-hari di ibu kota Tehran tetap normal meski konflik militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel terus memanas. Mereka menyebut toko kelontong tetap beroperasi, tidak ada kelangkaan barang pokok, dan aktivitas publik berjalan seperti biasa.
Evakuasi Massal WNI dari Iran
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI berhasil mengevakuasi total 32 WNI yang berada di Iran. Evakuasi dilakukan dalam dua gelombang melalui Baku, Azerbaijan. Gelombang pertama yang tiba di Bandara Internasional Soekarno‑Hatta pada Selasa, 10 Maret 2026, menurunkan 22 orang, sementara gelombang kedua berjumlah 10 orang tiba pada Rabu, 11 Maret 2026.
- 10 pekerja, 1 jurnalis, 14 pelajar/mahasiswa, 2 pekerja migran, 5 turis – gelombang pertama.
- 10 WNI lainnya – gelombang kedua.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyambut kembali WNI di bandara, menyatakan evakuasi merupakan langkah kontinjensi pemerintah dalam menanggapi situasi keamanan yang memanas di Timur Tengah.
Kondisi di Tehran Menurut WNI yang Belum Evakuasi
Salah satu WNI yang masih berada di Tehran, teknisi pesawat bernama Tetap Segar (58), menjelaskan bahwa meski “setiap hari ada serangan rudal”, warga setempat “tidak panik berlebih” dan aktivitas pasar tetap berjalan. “Kami masih bisa membeli kebutuhan sehari‑hari tanpa kelangkaan, dan toko kelontong di sekitar kompleks tempat kami tinggal tetap buka,” ujarnya dalam wawancara di Bandara Soekarno‑Hatta setelah kembali ke Indonesia.
Segar menambahkan, perusahaan tempatnya bekerja telah menutup operasi sementara dan menempatkan pekerjanya di asrama untuk menghindari bahaya. “KBRI memberi arahan jelas, dan proses evakuasi berjalan aman,” katanya.
Reaksi Pemerintah dan Koordinasi Lintas Negara
Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, memuji kecepatan respon Kemlu dan menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi WNI di mana pun mereka berada. “Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal kepada WNI,” ujar Kolonel Inf. Honi Havana, Kepala Humas Kemenko Polkam.
Menurut data KBRI Tehran, terdapat 329 WNI di Iran, mayoritas pelajar atau mahasiswa yang berdomisili di kota Qom, serta sejumlah pekerja migran dan ekspatriat. Pemerintah terus memantau situasi melalui koordinasi erat dengan perwakilan RI di Tehran dan Baku.
Jalan Evakuasi dan Prosedur Selanjutnya
Proses evakuasi dimulai dengan pendataan WNI di Iran, kemudian pengumpulan dokumen dan pendaftaran melalui KBRI. Setelah itu, WNI diarahkan menuju titik kumpul di Baku, Azerbaijan, dari mana mereka melanjutkan perjalanan udara ke Jakarta. Pemerintah Daerah setempat membantu proses lanjutan hingga para WNI dapat kembali ke kota asal masing‑masing.
| Gelombang | Jumlah WNI | Komposisi |
|---|---|---|
| 1 | 22 | 10 pekerja, 1 jurnalis, 14 pelajar/mahasiswa, 2 PMI, 5 turis |
| 2 | 10 | WNI yang tersisa |
Selanjutnya, pemerintah membuka pendaftaran gelombang ketiga. Hingga kini, 36 WNI telah mendaftar untuk repatriasi, dan proses akan terus berlanjut sambil memantau keamanan di wilayah konflik.
Reaksi Masyarakat dan Harapan Kedepan
Keluarga WNI yang menunggu kedatangan di bandara menyambut hangat para pulang, terutama menjelang perayaan Idulfitri 2026. “Senang sekali mereka kembali selamat, kami bisa merayakan bersama,” ujar salah satu anggota keluarga.
Meski situasi geopolitik masih tegang, laporan terbaru menunjukkan kehidupan sehari‑hari di Tehran tidak mengalami gangguan signifikan pada pasokan barang. Hal ini memberikan harapan bahwa warga Indonesia yang masih berada di Iran dapat menjalani kehidupan relatif normal sambil menunggu keputusan pemerintah selanjutnya.
Dengan evakuasi yang berjalan lancar dan situasi pasar yang stabil, pemerintah menegaskan bahwa prioritas utama tetap melindungi keselamatan WNI di luar negeri serta memastikan mereka dapat kembali ke tanah air dengan aman.


Tinggalkan Balasan