Penampilan Ivanka Trump kembali menjadi perbincangan publik setelah ia mendampingi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam final kejuaraan sepak bola perguruan tinggi di Miami. Alih-alih fokus pada jalannya pertandingan, perhatian warganet justru tertuju pada pilihan busana Ivanka, khususnya saat ia terlihat mengenakan kacamata hitam di dalam stadion pada malam hari.
Aksesori tersebut memicu gelombang spekulasi di media sosial. Sejumlah pengguna internet mempertanyakan alasan Ivanka memakai kacamata hitam di malam hari dan mengaitkannya dengan dugaan prosedur estetika. Beberapa komentar menyebut adanya perubahan pada area bawah mata yang dinilai tampak lebih bengkak, sementara akun lain bahkan meragukan keaslian penampilannya.
Isu Ivanka Trump operasi plastik bukan kali pertama mencuat. Pada September lalu, seorang ahli bedah plastik asal Beverly Hills, Dr. Raffi Hovsepian, sempat memberikan penilaian klinis terhadap perubahan wajah Ivanka kepada media. Menurutnya, wajah Ivanka terlihat lebih penuh di area tengah, terutama di bagian pipi dan bawah mata, yang lazim terjadi setelah penempatan filler wajah atau dalam fase adaptasi pasca-prosedur.
Dr. Hovsepian juga mengamati adanya kelembutan pada garis rahang Ivanka yang bisa mengindikasikan relaksasi otot masseter atau penambahan filler di area wajah bawah. Perubahan tersebut, menurutnya, berpotensi mengurangi kesan wajah yang sebelumnya lebih tegas dan bersudut.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengamatannya tidak dapat dijadikan konfirmasi adanya tindakan operasi plastik. Ia mengingatkan bahwa kesan pembengkakan yang dilihat publik bisa disebabkan oleh berbagai faktor lain, seperti teknik pencahayaan, sudut kamera, riasan, hingga kondisi fisik sementara.
Hingga kini, Ivanka Trump tidak memberikan pernyataan resmi terkait spekulasi tersebut. Namun, setiap kemunculannya di ruang publik tetap menjadi sorotan, terutama di tengah tingginya perhatian publik terhadap keluarga Trump.

















Tinggalkan Balasan