Media Kampung, Jakarta – Girl group South Queen memperkenalkan konsep hipdut, perpaduan musik dangdut, hip-hop, dan produksi modern, sebagai identitas musikal mereka untuk menjangkau generasi muda. Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (09 Oktober 2026), South Queen mengumumkan single debut berjudul “WAW (What Are We) Baby”. Lagu tersebut merupakan karya CongQ Perwira dan Azmita Putri Sherlian yang menjadi langkah awal grup ini memperkenalkan konsep musik mereka kepada publik.

South Queen menyebut diri sebagai girl group hipdut pertama di Indonesia. Melalui konsep tersebut, mereka ingin memadukan karakter khas dangdut dengan beat hip-hop, rap, harmonisasi vokal, serta koreografi enerjik tanpa meninggalkan akar musik lokal. Bagi South Queen, single “WAW (What Are We) Baby” bukan sekadar rilisan perdana, tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun identitas musikal yang menggabungkan unsur tradisional dan tren musik kontemporer. Mereka juga menyiapkan sejumlah lagu berikutnya dengan melibatkan musisi Indonesia dalam proses penciptaan, aransemen, hingga produksi.

Perpaduan Dangdut, Hip-Hop, dan Visual Modern

South Queen menghadirkan empat personel, yakni Syafira (syaffebrina), Alika (aliikadinda), Diva (divaratu), dan Gaby (gabykelyan). Keempatnya membawa kemampuan dan pengalaman berbeda dalam dunia hiburan, mulai dari tarik suara, akting, modeling, hingga industri digital. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari karakter grup yang menggabungkan musik, koreografi, busana, dan visual artistik dalam satu konsep pertunjukan. Alih-alih meninggalkan dangdut, South Queen menjadikannya sebagai fondasi utama. Ketukan kendang, melodi khas dangdut, dan karakter vokalnya dipadukan dengan beat modern serta elemen rap untuk menghasilkan warna musik yang ditujukan bagi pendengar masa kini.

Konsep hipdut juga diterapkan dalam penampilan panggung dan identitas visual mereka. Dengan karakter feminin, playful, dan berani, South Queen ingin menunjukkan bahwa musik dangdut dapat dikemas secara modern sekaligus mempertahankan identitas budaya Indonesia.

Empat Personel dengan Latar Belakang Berbeda

Syafira dikenal sebagai penyanyi dan salah satu peserta Indonesian Idol musim ke-14. Pengalamannya di bidang tarik suara menjadi salah satu modal dalam membangun karakter vokal grup. Alika memiliki pengalaman sebagai mantan trainee idol K-Pop, serta berkecimpung di dunia akting dan modeling. Pengalaman tersebut mendukung aspek koreografi, penampilan panggung, dan pengembangan identitas visual South Queen.

Diva membawa pengalaman di bidang akting melalui sejumlah produksi, antara lain 12 IPA 4, Ipar Adalah Maut The Series, dan Panggilan MKF. Kemampuan aktingnya menjadi bekal dalam membangun ekspresi dan karakter saat tampil di depan kamera maupun di atas panggung. Sementara itu, Gaby dikenal sebagai influencer, model, dan aktris yang tampil dalam Suara Kamar Sebelah. Pengalamannya di dunia digital menjadi salah satu modal untuk menjangkau audiens melalui media sosial.

Melalui perpaduan pengalaman tersebut, South Queen berupaya membangun kekompakan dalam vokal, rap, dance, dan penampilan panggung.

Membawa Dangdut Lebih Dekat ke Generasi Muda

South Queen memandang hipdut sebagai ruang eksplorasi untuk mempertemukan musik berakar lokal dengan perkembangan budaya populer kontemporer. Dangdut selama ini telah mengalami berbagai perkembangan melalui perpaduan dengan musik pop, rock, dan elektronik. Melalui hipdut, South Queen mencoba menawarkan pendekatan lain dengan memasukkan elemen hip-hop dan konsep girl group modern. Lewat single debut “WAW (What Are We) Baby” dan rilisan berikutnya yang tengah disiapkan, mereka berharap dapat memperkenalkan warna baru dalam industri musik Indonesia.

Perjalanan South Queen selanjutnya akan menjadi bagian dari perkembangan musik hipdut, sekaligus menunjukkan bagaimana dangdut dapat terus beradaptasi dengan selera pendengar generasi baru tanpa kehilangan ciri khasnya.