Media Kampung – 14 April 2026 | Setelah berpuluh-puluh ribu netizen memadankan dirinya dengan Azizah Salsha dalam sebuah meme viral, Bigmo—nama panggung Muhammad Jannah—akhirnya memberikan pernyataan resmi mengenai kasus tersebut. Pernyataan ini menandai akhir spekulasi publik dan menegaskan komitmen selebgram itu untuk menebus kesalahan yang dianggapnya merugikan keluarga Azizah.

Kontroversi bermula ketika konten video yang dipublikasikan Bigmo pada awal tahun 2026 dituding menyebarkan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Azizah Salsha, istri mantan pesepakbola Pratama Arhan. Akibatnya, pihak keluarga Azizah melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri, menambah tekanan hukum dan sosial pada sang influencer.

Sebagai respons, Bigmo mengakui beban emosional yang dirasakannya selama proses hukum berlangsung, menyebut bahwa setiap kali mengunggah konten ia berusaha mengoreksi fakta yang keliru. Ia menegaskan bahwa permintaan maaf berulang kali di media sosial menjadi strategi utama untuk menunjukkan penyesalan yang tulus.

Selain pernyataan tertulis, Bigmo memutuskan untuk menghentikan aktivitas streaming selama satu bulan penuh, menilai tindakan tersebut sebagai bentuk refleksi diri dan rasa hormat kepada pihak yang merasa dirugikan. Keputusan ini diambil tanpa paksaan eksternal, melainkan karena ia merasa tidak etis melanjutkan hiburan saat masih berada dalam posisi bersalah.

Selanjutnya, Bigmo berupaya menjalin kontak melalui teman-teman dekat Azizah Salsha, memanfaatkan jaringan mutual friends yang sama-sama mengenal keluarga Zize. Langkah ini dimaksudkan agar pesan permintaan maaf dapat disampaikan secara personal, meningkatkan peluang diterimanya permohonan maaf di tingkat keluarga.

Bigmo mengungkapkan bahwa di balik layar terdapat berbagai upaya yang tak dapat diungkapkan secara detail, termasuk diskusi intens dengan konsultan hukum dan mediator independen. Semua usaha tersebut diarahkan untuk mengatasi perbedaan persepsi dan membuka ruang dialog yang konstruktif antara kedua belah pihak.

Setelah proses mediasi berjalan selama beberapa minggu, laporan resmi pencemaran nama baik akhirnya dicabut oleh aparat, menandakan bahwa keluarga Azizah telah memberikan persetujuan atas langkah perdamaian yang diusulkan. Penghapusan laporan tersebut memberikan kelegaan psikologis bagi Bigmo, sekaligus menegaskan keberhasilan pendekatan damai dibandingkan konfrontasi hukum.

Pertemuan penutup dilaksanakan di kantor sekretariat keluarga Minang, Jakarta Selatan, pada tanggal 13 April 2026, dihadiri oleh orangtua Azizah serta perwakilan keluarga Bigmo. Dalam pertemuan tersebut, Bigmo menyampaikan permintaan maaf secara langsung, menegaskan komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan serupa di masa mendatang.

Setelah pertemuan, Bigmo menyatakan kesiapan untuk kembali berkarya dengan semangat baru, menekankan pentingnya etika digital dan tanggung jawab sosial dalam setiap konten yang diproduksi. Ia berjanji akan lebih selektif dalam memilih topik serta mengutamakan verifikasi fakta sebelum publikasi.

Kasus ini juga menjadi contoh nyata bagaimana dinamika media sosial dapat memicu konflik hukum ketika konten melanggar norma kesusilaan. Pengamat media menilai bahwa peningkatan kesadaran publik terhadap hak privasi dan reputasi individu menjadi faktor kunci dalam menurunkan intensitas provokasi daring.

Secara keseluruhan, penyelesaian damai antara Bigmo dan keluarga Azizah Salsha menunjukkan bahwa dialog terbuka dan tindakan konkret dapat meredam potensi eskalasi konflik di era digital. Hal ini diharapkan menjadi preseden bagi selebritas lain yang menghadapi tuduhan serupa.

Perkembangan terbaru menyatakan bahwa Bigmo telah kembali aktif di platform streaming sejak akhir Mei 2026, dengan konten yang lebih bersifat edukatif dan hiburan ringan, sementara Azizah Salsha belum memberikan komentar publik lebih lanjut mengenai proses rekonsiliasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.