Media Kampung – 05 April 2026 | Jakarta, 5 April 2026 – Mantan suami selebritas Rachel Vennya, Niko Al Hakim yang akrab dipanggil Okin, mengonfirmasi rencana penjualan rumah yang dulu diberikan sebagai pengganti nafkah anak pasca perceraian. Keputusan itu diungkap dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan lewat media sosialnya.
Rachel Vennya sebelumnya menuding Okin berniat menjual rumah milik anak mereka, Xabiru dan Chava, tanpa persetujuan. Ia mengungkap kekecewaannya lewat unggahan eksklusif di Instagram, menuding suami mantan tersebut mengabaikan hak anak.
Okin menolak tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa penjualan rumah merupakan proses yang telah direncanakan. Menurutnya, kunjungan orang ke rumah merupakan bagian dari tahapan awal penjualan, bukan aksi mendadak.
Ia menegaskan bahwa Rachel sudah mengetahui rencana pengecekan properti. “Ybs (Rachel) sudah mengetahui akan terjadi pengecekan, bukan pengukuran mendadak,” ujar Okin dalam klarifikasi.
Klarifikasi tersebut juga menjelaskan bahwa tidak ada pengukuran tanpa izin. Okin menambahkan bahwa proses penjualan properti biasanya melibatkan survei teknis yang perlu dilakukan oleh pihak terkait.
Rachel Vennya pada awalnya menyampaikan bahwa rumah tersebut akan dijual tanpa sepengetahuan mereka. Ia menuduh Okin tidak menafkahi anak setelah perceraian, menambah tekanan publik.
Tuduhan tersebut memicu gelombang kritik dan hujatan di media sosial. Netizen menilai Okin tidak bertanggung jawab atas kesejahteraan anaknya.
Okin menanggapi kritik dengan mengakui bahwa selama masa perceraian ia memang kurang optimal dalam memberikan nafkah. Ia menyatakan penyesalan atas kelalaian tersebut dan berjanji memperbaiki hubungan dengan anak.
Ia menambahkan bahwa rumah itu semula diberikan sebagai ganti nafkah setelah perceraian pada 2021. Rumah tersebut menjadi sumber perselisihan sejak saat itu.
Menurut Okin, penjualan rumah diputuskan karena masalah pembayaran dan komunikasi yang terus berlarut. Ia menilai bahwa menjual properti akan mengakhiri ketegangan finansial yang ada.
Rachel Vennya menilai keputusan penjualan itu tidak adil bagi anak. Ia menekankan bahwa rumah tersebut seharusnya tetap menjadi tempat tinggal anak-anak.
Okin membantah bahwa ia berniat mengusir anak dari rumah. Ia menegaskan bahwa proses penjualan tidak mengancam hak tinggal anak selama proses hukum berjalan.
Dalam pernyataannya, Okin menekankan bahwa semua langkah penjualan sudah melalui prosedur hukum. Ia menolak segala tuduhan tindakan sewenang-wenang.
Rachel Vennya kembali menyoroti ketidaksesuaian komunikasi antara mantan pasangan. Ia menuduh Okin selalu menghindar dalam urusan keuangan anak.
Okin menjawab bahwa ia telah melakukan upaya penyelesaian secara damai. Namun, perbedaan pandangan mengenai rumah menjadi penghalang utama.
Para pakar hukum keluarga menilai bahwa rumah yang diberikan sebagai pengganti nafkah dapat dijual dengan persetujuan kedua orang tua. Tanpa persetujuan bersama, penjualan dapat dipertanyakan secara hukum.
Namun, Okin menyatakan ia telah menghubungi pengacara untuk memastikan prosedur sesuai. Ia menegaskan tidak ada niat mengabaikan kepentingan anak.
Rachel Vennya menambahkan bahwa ia akan mengajukan keberatan secara hukum bila penjualan tetap dilanjutkan. Ia mengklaim bahwa hak anak atas properti belum diakui sepenuhnya.
Okin menilai bahwa keberatan tersebut dapat diselesaikan melalui mediasi. Ia mengajak Rachel untuk duduk bersama demi kepentingan Xabiru dan Chava.
Sementara itu, netizen terus memantau perkembangan perseteruan ini. Beberapa pihak menyerukan penyelesaian yang mengutamakan kesejahteraan anak.
Komentar publik menyoroti pentingnya tanggung jawab orang tua pasca perceraian. Banyak yang menilai penjualan rumah sebaiknya melibatkan persetujuan bersama.
Okin menutup klarifikasinya dengan permohonan maaf kepada publik. Ia berharap kasus ini tidak menambah beban emosional pada anak.
Rachel Vennya belum memberikan respons resmi setelah pernyataan Okin. Namun, ia tetap menegaskan keberatannya lewat akun Instagram.
Kasus ini menambah deretan perselisihan publik antara selebritas Indonesia. Kedua belah pihak tampaknya masih jauh dari kesepakatan.
Pengamat media menilai bahwa konflik ini mencerminkan dinamika hak asuh dan properti pasca perceraian. Mereka menekankan perlunya mediasi yang profesional.
Jika proses penjualan tetap berlangsung, pihak pengadilan dapat memutuskan status hak milik. Hal ini akan berdampak pada hak tinggal anak di masa depan.
Okin mengingatkan bahwa semua keputusan diambil demi kepentingan jangka panjang anak. Ia menegaskan komitmen tetap memberikan dukungan finansial.
Rachel Vennya menekankan bahwa dukungan tersebut harus bersifat konsisten. Ia menolak segala bentuk penundaan atau pengalihan tanggung jawab.
Perseteruan ini masih berkembang dan akan terus dipantau oleh publik. Kedua pihak diharapkan menemukan solusi yang mengutamakan kesejahteraan Xabiru dan Chava.
Dengan demikian, konflik rumah antara Rachel Vennya dan Okin menyoroti tantangan hukum dan emosional pasca perceraian. Penyelesaian yang adil diharapkan dapat mengakhiri ketegangan yang telah berlangsung lama.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan