Media Kampung – 01 April 2026 | Film Na Willa menjadi salah satu film anak Indonesia 2026 yang paling banyak ditonton, menampilkan kisah persahabatan di Gang Krembangan.

Film ini disutradarai oleh Ryan Adriandhy dan diproduksi oleh Visinema Pictures.

Saat artikel ini ditulis, jumlah penonton Na Willa telah melampaui 823.360 orang dan masih meningkat karena film tersebut masih tayang di bioskop.

Kesuksesan ini menandai kebangkitan genre film anak di pasaran domestik.

Pemeran utama perempuan pertama, Luisa Adreena, berperan sebagai Farida, anak yang ceria dan penuh rasa ingin tahu.

Luisa berusia 12 tahun, berasal dari Surabaya, dan sebelumnya dikenal lewat peran di serial televisi “Petualangan Si Kecil”.

Azamy Syauqi mengisi peran Dul, sahabat Farida yang suka berkelana di lingkungan sekitar.

Azamy, 13 tahun, memulai karier aktingnya pada usia 9 tahun melalui iklan komersial dan kini menjadi wajah muda yang sering muncul di film keluarga.

Freya Mikhayla berperan sebagai Bud, anak yang paling pendiam namun memiliki bakat melukis.

Freya, 11 tahun, menempuh pendidikan seni di Sekolah Seni Rupa Yogyakarta dan pernah memenangkan penghargaan “Young Artist” pada festival seni daerah.

Arsenio Rafisqy memerankan tokoh utama laki-laki, yang menjadi pemimpin kelompok kecil di gang tersebut.

Arsenio, 14 tahun, merupakan anak aktor senior dan pernah tampil dalam drama panggung “Bintang Kecil” yang dipentaskan di Jakarta.

Keempat pemeran anak ini dipilih melalui audisi terbuka yang melibatkan ratusan kandidat di beberapa kota Jawa.

Direktur casting menilai bahwa mereka memiliki chemistry alami yang cocok menampilkan dinamika persahabatan sejati.

Selain akting, para pemain juga mengikuti lokakarya intensif tentang akting improvisasi dan kerja tim selama tiga bulan sebelum produksi dimulai.

Program ini diadakan oleh Visinema Pictures bekerja sama dengan lembaga pendidikan seni.

Ryan Adriandhy, sutradara film, menekankan pentingnya memberikan ruang bagi aktor cilik untuk mengekspresikan diri secara natural.

Dalam wawancara, ia menyatakan, “Saya ingin penonton merasakan keaslian masa kecil melalui mata mereka.”

Film Na Willa menyoroti kehidupan sederhana di lingkungan kumuh, namun tetap dipenuhi keceriaan dan harapan.

Cerita berpusat pada petualangan mereka menemukan harta karun kecil di gang yang menjadi simbol persahabatan.

Soundtrack film diproduksi oleh komposer muda, Dito Prasetyo, yang menggabungkan musik tradisional Jawa dengan elemen pop anak.

Lagu tema berjudul “Kita Bersama” menjadi populer di platform streaming lokal.

Penayangan film dijadwalkan berlanjut hingga akhir Ramadan, menjadikannya pilihan utama keluarga saat Lebaran.

Pendapatan box office pada minggu pertama mencapai Rp 12 miliar, menempatkannya di antara 5 teratas film nasional tahun ini.

Kritikus film menilai Na Willa berhasil menyeimbangkan humor ringan dengan pesan moral tentang persahabatan dan toleransi.

Salah satu kritikus menulis, “Film ini membuktikan bahwa cerita anak dapat bersaing dengan produksi besar.”

Keberhasilan Na Willa membuka peluang bagi lebih banyak proyek film anak di masa depan, termasuk sekuel yang tengah direncanakan oleh Visinema.

Produser mengungkapkan, “Kami ingin melanjutkan kisah ini dengan tantangan baru bagi para pemeran.”

Profil singkat masing-masing pemeran kini menjadi sorotan media sosial, dengan jutaan tampilan di platform video.

Luisa Adreena mendapat pujian khusus atas kemampuan akting naturalnya yang membuat penonton terhubung secara emosional.

Azamy Syauqi mengaku terinspirasi dari tokoh-tokoh petualang dalam buku komik, sementara Freya Mikhayla menghabiskan waktu luang belajar melukis lebih dalam.

Kedua anak ini menyatakan keinginan untuk terus berkembang di dunia seni.

Arsenio Rafisqy, yang juga aktif dalam olahraga sepak bola, menyebut peran di Na Willa sebagai pengalaman paling berarti dalam hidupnya.

Ia berencana melanjutkan pendidikan sambil tetap mengejar karier akting.

Secara keseluruhan, Na Willa tidak hanya menghibur, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan di antara generasi muda Indonesia.

Film ini membuktikan nilai komersial dan edukatif yang dapat dicapai oleh sinema anak bangsa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.