Media Kampung – 09 April 2026 | Indonesian coffee sector mendapatkan sorotan internasional berkat serangkaian langkah ekspansi yang memperkuat posisinya di pasar global.

Pada April 2026, jaringan kedai Kenangan Coffee membuka gerai pertamanya di pusat perbelanjaan Shin Kong Mitsukoshi A11, Taipei, menandai masuknya merek lokal ke pasar Taiwan yang tengah menggemari kopi spesialti.

Pembukaan tersebut dihadiri oleh Group CEO Kenangan Brands Edward Tirtanata bersama mitra lokal, menegaskan tujuan memperkenalkan cita rasa biji kopi Indonesia kepada konsumen Taiwan.

Kenangan Coffee, yang berdiri sejak 2017, kini mengoperasikan lebih dari 1.400 outlet di Asia‑Pasifik dan Australia, serta menargetkan pertumbuhan penjualan melalui menu adaptasi seperti Pistachio Macchiato yang disesuaikan selera setempat.

Di Eropa, produsen PT ALKO Sumatra Kopi menandatangani kontrak ekspor dengan perusahaan Italia Best Coffee SRL, yang akan mengirimkan 10 kontainer kopi pada Mei 2026 sebagai bagian dari target 100 kontainer dalam satu tahun.

Baca juga:

Kontrak senilai sekitar USD 15 juta atau Rp255 miliar ini disaksikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Italia dan menandakan volume pemesanan terbesar antara kedua pihak hingga kini.

Produk yang diekspor mencakup varietas premium dari Sumatra, Jawa, dan Flores, memenuhi standar EUDR, ISO, serta sertifikasi organik Uni Eropa untuk menjamin kualitas dan keberlanjutan.

CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono Salehan, menegaskan bahwa ekspansi ke pasar premium Italia membuka peluang penetrasi ke seluruh Uni Eropa, mengingat tren konsumsi kopi specialty terus meningkat.

Di sisi lain, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru menyambut kunjungan Duta Besar Australia, menyoroti potensi investasi di sektor agrikultur, khususnya kopi yang menempati peringkat tiga dunia dalam produksi arabika, liberika, dan robusta.

Deru menekankan kebutuhan mengolah biji kopi menjadi produk bernilai tambah, bukan sekadar ekspor mentah, guna meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat rantai pasok regional.

Baca juga:

Pemerintah daerah menyiapkan dukungan infrastruktur dan kebijakan insentif bagi investor asing yang ingin mengembangkan pabrik pengolahan serta fasilitas pemasaran kopi Indonesia.

Upaya diplomatik dan komersial ini sejalan dengan strategi nasional untuk menjadikan kopi bukan hanya komoditas, melainkan merek global yang mencerminkan keanekaragaman rasa Nusantara.

Kombinasi ekspansi ritel di Asia Timur, kontrak ekspor volume besar ke Eropa, serta promosi investasi di Sumatera Selatan memperlihatkan sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar internasional.

Dengan target ambisius dan dukungan kebijakan, industri kopi Indonesia diproyeksikan terus meningkatkan nilai ekspor, menciptakan lapangan kerja, dan memperkokoh reputasi negara sebagai produsen kopi berkualitas tinggi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.

Baca juga: