Media Kampung – 09 April 2026 | Jakarta, 9 Juni 2024 – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,4 persen pada tahun 2024, melampaui perkiraan Bank Dunia.

Bank Dunia sebelumnya memperkirakan pertumbuhan sebesar 5,0 persen untuk periode yang sama.

Airlangga menegaskan bahwa fondasi ekonomi makro kini berada pada posisi yang lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menyoroti peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi swasta sebagai pendorong utama pertumbuhan.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik menunjukkan konsumsi rumah tangga tumbuh 4,5 persen pada kuartal pertama 2024.

Baca juga:

Pertumbuhan investasi tetap berada di atas 6 persen, menandakan kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi.

Selain itu, nilai ekspor barang non‑migas meningkat 8,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan ekspor dipicu oleh kenaikan permintaan dari pasar Asia Tenggara dan Eropa.

Airlangga menambahkan bahwa kebijakan fiskal yang akomodatif memberikan ruang bagi pemerintah untuk menyalurkan stimulus tanpa menimbulkan tekanan inflasi yang signifikan.

Anggaran belanja modal pada 2024 diperkirakan mencapai 1,3 triliun rupiah, fokus pada infrastruktur transportasi dan energi terbarukan.

Dalam sektor energi, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas pembangkit listrik terbarukan sebesar 5.000 megawatt.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menstabilkan harga energi domestik.

Airlangga juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi untuk mempercepat perizinan investasi.

Ia mencatat bahwa proses perizinan kini rata‑rata selesai dalam 30 hari, menurun dari 45 hari pada tahun 2022.

Reformasi tersebut didukung oleh penggunaan sistem digital terpadu yang meminimalkan intervensi manual.

Baca juga:

Selain reformasi, pemerintah terus memperkuat kerangka kebijakan perdagangan bebas.

Negosiasi perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa diperkirakan akan selesai pada akhir tahun, membuka akses pasar bagi produk pertanian Indonesia.

Di bidang ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 5,1 persen pada Agustus 2024.

Penurunan tersebut mencerminkan penyerapan tenaga kerja oleh sektor manufaktur dan jasa.

Airlangga menegaskan bahwa kebijakan upskilling dan pelatihan vokasional menjadi kunci untuk menyesuaikan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

Program pelatihan yang diluncurkan pada awal tahun ini telah melibatkan lebih dari 200.000 pekerja.

Dalam konteks moneter, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan pada 5,75 persen.

Kebijakan ini diharapkan menstabilkan inflasi yang kini berada pada kisaran 2,8 persen, di bawah target 3,0 persen.

Stabilitas nilai tukar rupiah juga menjadi faktor pendukung pertumbuhan, dengan kurs USD/IDR berada di level 14.800.

Airlangga mengingatkan bahwa tantangan eksternal, seperti ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas, tetap perlu dipantau secara intensif.

Baca juga:

Namun, ia menilai bahwa diversifikasi basis ekspor dan peningkatan ketahanan pangan dapat meredam dampak negatif eksternal.

Secara keseluruhan, koordinasi antar kementerian serta sinergi antara sektor publik dan swasta menjadi landasan utama pencapaian target pertumbuhan.

Dengan komitmen yang kuat, pemerintah optimis Indonesia dapat melampaui prediksi internasional dan meneguhkan posisi ekonomi yang lebih kompetitif di kancah global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.