Media Kampung – 09 April 2026 | Harga plastik di Pasar Senen naik tajam antara 40 hingga 48 persen sejak awal tahun ini, menambah beban bagi pedagang dan konsumen.

Kenaikan tersebut berdampak langsung pada biaya pembungkus, kantong, dan bahan baku lain yang mengandalkan plastik di pasar tradisional.

Para pedagang melaporkan penurunan margin laba karena harus menanggung tambahan biaya tanpa dapat menaikkan harga jual secara signifikan.

Sebagian pembeli mengurangi frekuensi belanja atau beralih ke alternatif lain, seperti kantong kertas, meski harganya juga mengalami tekanan.

Penyebab utama kenaikan harga plastik diyakini terkait lonjakan harga minyak mentah yang dipicu oleh konflik bersenjata di Timur Tengah.

Baca juga:

Petrokimia, sebagai bahan dasar produksi plastik, mengalami biaya produksi yang lebih tinggi, sehingga produsen menyesuaikan tarif jual ke distributor.

Kenaikan biaya bahan baku ini menular ke seluruh rantai pasokan, mulai dari pabrik hingga gerai pasar kecil.

Ia menambahkan bahwa kenaikan 40 persen pada plastik dapat menggerakkan indeks harga konsumen pada kategori barang kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, Pemerintah daerah menanggapi keluhan dengan mengkaji kemungkinan subsidi atau insentif bagi pedagang kecil, namun belum ada keputusan final.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Senen, Budi Santoso, menyatakan bahwa pedagang tidak memiliki ruang untuk menambah harga jual tanpa kehilangan pelanggan.

Budi menegaskan bahwa sebagian pedagang sudah mengurangi penggunaan plastik, namun alternatif masih terbatas dan lebih mahal.

Baca juga:

Kementerian Perindustrian juga mengumumkan rencana pemantauan harga bahan baku dan akan mengadakan pertemuan dengan produsen plastik dalam dua minggu mendatang.

Jika kebijakan tersebut tidak segera diterapkan, diperkirakan beban harga akan terus berlanjut hingga akhir tahun, mengingat ketidakstabilan geopolitik yang masih tinggi.

Analisis pasar menunjukkan bahwa harga plastik global telah naik lebih dari 30 persen sejak pertengahan 2023, sejalan dengan tren yang terjadi di Pasar Senen.

Kenaikan ini juga memicu diskusi tentang regulasi penggunaan plastik sekali pakai, yang sebelumnya sudah menjadi agenda lingkungan hidup.

Namun, para pelaku usaha menilai bahwa kebijakan pengurangan plastik harus mempertimbangkan dampak ekonomi pada sektor informal yang sangat bergantung pada bahan murah.

Secara keseluruhan, kenaikan harga plastik menambah tekanan pada inflasi mikro di Jakarta, mengharuskan konsumen dan pedagang menyesuaikan pola konsumsi sambil menunggu stabilisasi pasar.

Baca juga:

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.