Media Kampung – 09 April 2026 | Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banyuwangi pada tahun 2025 mencapai 5,65 persen, melampaui rata‑rata provinsi Jawa Timur serta pertumbuhan nasional.

Angka tersebut menandai peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 3,8 persen.

Sektor pariwisata berperan utama, dengan kedatangan wisatawan domestik dan mancanegara naik lebih dari 20 persen dibandingkan 2024.

Peningkatan kunjungan tersebut berdampak pada pendapatan sektor perhotelan, kuliner, serta usaha transportasi lokal.

Pemerintah kabupaten mengimplementasikan kebijakan “Banyuwangi Smart Tourism” yang mempermudah akses informasi destinasi melalui aplikasi digital.

Baca juga:

Inisiatif itu juga mencakup pelatihan bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan standar layanan.

Regent Ipuk Ismiyanto menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, swasta, dan komunitas merupakan faktor penentu keberhasilan.

“Kami fokus pada pengembangan ekowisata yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat infrastruktur pendukung,” ujarnya dalam rapat koordinasi pada awal bulan ini.

Pemerintah daerah juga mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp150 miliar untuk pembangunan jalan akses menuju objek wisata utama.

Proyek tersebut diharapkan selesai pada akhir 2025, mempercepat mobilitas wisatawan dan mengurangi waktu tempuh.

Investasi swasta turut meningkat, dengan lebih dari 30 perusahaan menandatangani nota kesepahaman dalam bidang hospitality dan rekreasi.

Nilai investasi baru diperkirakan menambah kontribusi sektor industri sebesar 1,2 poin persentase terhadap PDRB.

Baca juga:

Sektor pertanian tetap memberikan kontribusi stabil, meskipun pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan pariwisata.

Produksi kopi, tembakau, dan hasil hutan non‑kayu menunjukkan peningkatan marginal, membantu menjaga diversifikasi ekonomi.

Perbandingan dengan provinsi tetangga menunjukkan bahwa banyuwangi kini berada di peringkat tiga tertinggi dalam hal pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur.

Rata‑rata pertumbuhan nasional pada 2025 tercatat 4,9 persen, menempatkan Banyuwangi di atas standar nasional.

Para ahli ekonomi regional menilai bahwa kebijakan terintegrasi dan fokus pada ekowisata menjadi model yang dapat direplikasi oleh daerah lain.

Namun, mereka juga mengingatkan perlunya pengelolaan sumber daya alam yang hati‑hati untuk menghindari over‑turisme.

Dengan fondasi yang kuat, pemerintah Kabupaten Banyuwangi berencana melanjutkan program pelatihan sumber daya manusia pada kuartal berikutnya.

Baca juga:

Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas tenaga kerja di sektor jasa dan manufaktur ringan.

Secara keseluruhan, pencapaian pertumbuhan 5,65 persen mencerminkan efektivitas sinergi kebijakan lokal dan potensi pariwisata yang belum sepenuhnya tereksplorasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.