Media Kampung – 08 April 2026 | Jakarta, 7 April 2026 – Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa stok beras nasional kini mencapai hampir 4,6 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 10 hingga 11 bulan ke depan.
Data tersebut diungkapkan oleh Direktur Pangan Strategis, Amran, dalam rapat koordinasi bulanan yang dihadiri oleh pejabat kementerian terkait.
Amran menegaskan, “Dengan persediaan saat ini, kami yakin dapat mengantisipasi fluktuasi pasokan selama hampir satu tahun.”
Stok beras merupakan indikator utama ketahanan pangan Indonesia, mengingat beras menyumbang lebih dari setengah asupan kalori penduduk.
Pada akhir 2025, stok nasional tercatat sekitar 4,2 juta ton, menunjukkan peningkatan sebesar 400 ribu ton dalam enam bulan terakhir.
Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh hasil panen yang lebih baik di beberapa provinsi utama seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Meskipun pemerintah masih mengawasi impor beras, kebijakan terbaru menahan volume impor untuk menjaga stabilitas pasar domestik.
Harga beras di pasar tradisional tetap berada di kisaran Rp10.500 per kilogram, sejalan dengan target inflasi pangan yang ditetapkan pemerintah.
Namun, analis memperingatkan bahwa risiko cuaca ekstrim, khususnya El Nino, dapat memengaruhi hasil panen pada musim berikutnya.
Kementerian Pertanian menyiapkan program subsidi pupuk dan bibit unggul untuk memperkuat produksi pada musim tanam mendatang.
Distribusi beras melalui program beras bersubsidi tetap dijaga, dengan alokasi khusus untuk wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi.
Sistem monitoring stok berbasis digital kini terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah, memungkinkan respons cepat terhadap perubahan permintaan.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menambahkan, “Kita terus meningkatkan cadangan strategis untuk menghindari kekurangan pangan di masa depan.”
Di pasar internasional, harga beras dunia mengalami volatilitas, namun Indonesia tetap berupaya menyeimbangkan antara ekspor dan kebutuhan domestik.
Ekspor beras diperkirakan tetap pada level 2 juta ton per tahun, di bawah batas maksimum yang ditetapkan pemerintah.
Proyeksi tahun 2027 menunjukkan stok dapat tetap di atas 4,5 juta ton asalkan curah hujan tidak mengalami penurunan signifikan.
Dengan stok yang cukup untuk hampir satu tahun, pemerintah optimis dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga beras bagi konsumen.
Kondisi ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen beras terbesar di Asia Tenggara dengan cadangan strategis yang memadai.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan