Media Kampung – 08 April 2026 | BNI mengumumkan penutupan layanan Internet Banking efektif 4 Mei 2026, sebagai bagian dari restrukturisasi layanan digital. Keputusan ini diumumkan melalui portal resmi bank.
Nasabah ritel akan dialihkan ke aplikasi Wondr by BNI, yang dirancang untuk menampung transaksi perorangan dan kebutuhan keuangan harian. Platform ini menonjolkan antarmuka yang lebih intuitif dan fitur personalisasi.
Sementara itu, nasabah korporasi akan beralih ke BNIdirect Bisnis, layanan khusus untuk perusahaan yang menyediakan modul manajemen arus kas dan pembayaran massal. BNIdirect Bisnis diharapkan meningkatkan efisiensi operasional klien bisnis.
Penghentian layanan Internet Banking tidak akan mempengaruhi akses nasabah ke layanan lain seperti Mobile Banking, ATM, atau cabang fisik. BNI menegaskan bahwa semua kanal tetap beroperasi normal.
Manajemen BNI menyatakan bahwa perubahan ini didorong oleh kebutuhan untuk menyederhanakan ekosistem digital dan mengoptimalkan investasi teknologi. “Kami ingin menyediakan solusi yang lebih terintegrasi dan aman bagi seluruh segmen nasabah,” ujar Direktur Digital Banking.
Proses migrasi data akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dua bulan sebelum tanggal penutupan. BNI menjamin keamanan data nasabah selama proses transfer.
Nasabah yang belum mengunduh aplikasi Wondr atau BNIdirect Bisnis diharapkan melakukannya paling lambat 30 April 2026. Panduan instalasi dan aktivasi akan disediakan di situs resmi bank.
Wondr by BNI menampilkan fitur seperti pembayaran QRIS, pengelolaan kartu kredit, serta penawaran produk tabungan berbasis tujuan. Aplikasi ini juga mengintegrasikan layanan e‑wallet pihak ketiga.
BNIdirect Bisnis menawarkan modul pembayaran gaji, pengelolaan rekening korporat, serta integrasi ERP untuk pelaporan keuangan real‑time. Layanan ini ditujukan untuk perusahaan menengah hingga besar.
BNI menyampaikan bahwa layanan baru akan mendukung regulasi OJK terkait keamanan siber dan perlindungan data pribadi. Semua transaksi akan dilindungi oleh enkripsi end‑to‑end.
Pengguna yang mengalami kendala selama transisi dapat menghubungi call center 1500‑123 atau mengunjungi kantor cabang terdekat. Tim support khusus dibentuk untuk menangani pertanyaan terkait migrasi.
Analis industri menilai keputusan BNI sebagai upaya mengikuti tren digitalisasi perbankan di Indonesia. Banyak bank besar kini mengkonsolidasikan layanan untuk meningkatkan daya saing.
Penghentian Internet Banking diperkirakan tidak akan menurunkan total transaksi nasabah secara signifikan, mengingat mayoritas sudah beralih ke aplikasi mobile. BNI menargetkan pertumbuhan transaksi digital sebesar 15 persen pada 2027.
BNI juga berencana meluncurkan fitur‑fitur baru di Wondr, termasuk layanan investasi robo‑advisor dan asuransi mikro. Fitur tersebut akan diintegrasikan secara bertahap setelah migrasi selesai.
BNIdirect Bisnis akan menambahkan modul manajemen risiko kredit dan dashboard analitik keuangan pada kuartal berikutnya. Inovasi tersebut diharapkan memperkuat hubungan BNI dengan korporasi.
Pada tahun 2024, BNI telah mengalokasikan lebih dari Rp5 triliun untuk pengembangan teknologi finansial. Investasi ini mencakup infrastruktur cloud, AI, dan keamanan siber.
Direktur Keamanan Siber BNI menegaskan bahwa semua endpoint aplikasi akan menjalani audit keamanan independen setiap enam bulan. Langkah ini bertujuan mencegah potensi serangan siber.
Nasabah yang masih mengandalkan Internet Banking untuk transaksi rutin diharapkan menyesuaikan kebiasaan mereka ke platform baru. BNI menyediakan tutorial video dan webinar untuk membantu proses adaptasi.
Sejumlah pesaing, termasuk BCA dan Mandiri, juga telah mengumumkan rencana serupa dalam beberapa tahun ke depan. Industri perbankan Indonesia tengah mengalami fase konsolidasi layanan digital.
Pemerintah melalui OJK menyambut baik inisiatif BNI, menilai hal tersebut sejalan dengan strategi Nasional Digital Banking 2025. Kebijakan tersebut menekankan standar keamanan dan inklusi keuangan.
BNI menutup pernyataan dengan menegaskan komitmen berkelanjutan terhadap inovasi layanan keuangan yang mudah diakses dan terpercaya. Nasabah diminta memberikan masukan melalui kanal feedback resmi.
Dengan penutupan Internet Banking, BNI berharap dapat memusatkan sumber daya pada platform yang lebih modern dan fleksibel. Langkah ini diharapkan meningkatkan kepuasan nasabah secara keseluruhan.
Pengumuman ini menandai titik penting dalam transformasi digital BNI, yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Ke depan, bank berencana memperluas ekosistem fintech melalui kolaborasi dengan startup lokal.
Secara keseluruhan, penutupan layanan Internet Banking pada 4 Mei 2026 merupakan langkah strategis untuk memodernisasi kanal layanan BNI dan menyesuaikan diri dengan perilaku konsumen yang semakin mobile. Nasabah diharapkan dapat merasakan manfaat dari layanan yang lebih terintegrasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan