Media Kampung – 07 April 2026 | Menteri Koordinator Purbaya menyatakan program MBG dapat menyerap satu juta tenaga kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional lebih dari satu persen bila dijalankan optimal.
Program MBG merupakan inisiatif pemerintah yang menargetkan penciptaan lapangan kerja melalui investasi infrastruktur, industri, dan sektor produktif lainnya.
Purbaya menegaskan bahwa target penyerapan satu juta tenaga kerja mencakup pekerja terampil dan tidak terampil, terutama di daerah dengan tingkat pengangguran tinggi.
Ia menambahkan bahwa kontribusi ekonomi MBG diproyeksikan melebihi satu persen dari PDB nasional pada tahun-tahun mendatang.
Data BPS menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal terakhir berada di kisaran 5,1 persen, sementara lapangan kerja masih belum cukup menyerap tenaga kerja baru.
Pemerintah menilai bahwa MBG dapat menutup kesenjangan tersebut dengan menggerakkan proyek‑proyek besar di bidang energi, transportasi, dan digital.
“Jika semua komponen berjalan sesuai rencana, program ini tidak hanya menciptakan pekerjaan tetapi juga meningkatkan produktivitas nasional,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta.
Pengamat ekonomi menilai bahwa dampak MBG akan bergantung pada koordinasi lintas kementerian serta efektivitas penyaluran dana.
Mereka menyoroti risiko keterlambatan proyek dan kurangnya keterampilan tenaga kerja sebagai faktor penghambat.
Untuk mengurangi hambatan tersebut, pemerintah berencana meluncurkan program pelatihan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri MBG.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan bekerja sama dengan perusahaan untuk menyusun kurikulum berbasis kompetensi yang relevan.
Selain itu, pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran sebesar 10 miliar dolar AS untuk pendanaan infrastruktur dalam lima tahun ke depan.
Anggaran tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan jalan, pelabuhan, dan jaringan listrik yang menjadi tulang punggung program MBG.
Pihak swasta juga diundang untuk berpartisipasi melalui skema kemitraan publik‑swasta (PPP) yang memberikan insentif fiskal.
Jika target penyerapan tenaga kerja tercapai, dampaknya akan terasa di sektor konsumsi, dengan peningkatan daya beli masyarakat secara luas.
Secara keseluruhan, program MBG diharapkan menjadi katalisator bagi pemulihan ekonomi pasca‑pandemi dan memperkuat ketahanan industri nasional.
Purbaya menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk memonitor pelaksanaan program secara berkelanjutan dan transparan.
Pemerintah akan menyajikan laporan triwulanan tentang progres penyerapan tenaga kerja dan kontribusi terhadap PDB.
Dengan langkah tersebut, diharapkan target satu juta pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi lebih dari satu persen menjadi realistis.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan