Media Kampung – 07 April 2026 | Pemerintah Vietnam mengumumkan lonjakan harga bahan bakar setelah konflik di Iran memicu ketegangan pasar energi.
Kenaikan tersebut memicu protes di perbatasan Indonesia-Vietnam, di mana warga Indonesia yang bekerja di daerah perbatasan menuntut penurunan harga.
Pemerintah Vietnam menjelaskan bahwa harga naik sekitar 30% dibanding bulan lalu, menambah beban transportasi dan logistik.
Kenaikan harga bahan bakar berdampak langsung pada pekerja lepas Indonesia yang mengandalkan kendaraan bermotor untuk mengantarkan barang.
Selain pekerja lepas, pelaku usaha kecil di sektor pariwisata dan perdagangan juga melaporkan penurunan margin laba.
Untuk menahan laju inflasi, pemerintah Vietnam memutuskan menghapus pajak pertambahan nilai pada BBM selama tiga bulan ke depan.
Kebijakan bebas pajak BBM diharapkan menurunkan harga eceran secara bertahap, meski belum ada jaminan bahwa inflasi akan terkendali.
Analis ekonomi lokal menilai bahwa langkah tersebut bersifat sementara dan harus diiringi reformasi subsidi energi yang lebih terstruktur.
Seorang pengemudi ojek online asal Jakarta, yang bekerja di kota Haiphong, mengaku biaya operasionalnya naik hampir setengahnya.
Ia menambahkan bahwa tanpa dukungan pemerintah, banyak pekerja lepas akan terpaksa menghentikan aktivitas harian.
Pemerintah Indonesia mencermati situasi dan mengingatkan warganya untuk mematuhi regulasi kerja di luar negeri serta mengoptimalkan jaringan bantuan konsuler.
Dengan harga BBM yang masih tinggi, para pelaku usaha di perbatasan diharapkan menyesuaikan strategi harga agar tetap kompetitif, sementara pemerintah Vietnam terus memantau dampak kebijakan pajak terhadap inflasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan