Media Kampung – 06 April 2026 | Biro Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia mencapai 3,48 persen pada bulan terakhir, menandai penurunan dari periode sebelumnya.

Penurunan tersebut menjadi sorotan utama pemerintah dalam rangka menstabilkan daya beli masyarakat.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menanggapi data tersebut dengan menekankan pentingnya kewaspadaan berkelanjutan di tingkat daerah.

Ia menegaskan bahwa penurunan inflasi belum berarti risiko tekanan harga dapat diabaikan.

Salah satu langkah utama adalah memperkuat koordinasi antara kementerian terkait dan pemerintah daerah.

Menteri menambahkan bahwa respons cepat pemerintah daerah terhadap dinamika pasar sangat krusial.

Ia mengingatkan bahwa perubahan harga komoditas global dapat memengaruhi inflasi domestik secara signifikan.

BPS melaporkan bahwa penurunan inflasi dipengaruhi oleh melambatnya kenaikan harga pangan dan energi.

Namun, harga bahan pokok seperti beras dan minyak goreng masih berada pada level yang relatif tinggi.

Data BPS menunjukkan bahwa inflasi inti, yang mengecualikan harga makanan dan energi, berada di angka 2,9 persen.

Angka tersebut mencerminkan tekanan harga yang lebih terkendali pada sektor non-pangan.

Tito Karnavian menginstruksikan semua pemda untuk terus memantau harga barang kebutuhan pokok di pasar tradisional maupun modern.

Ia meminta agar kebijakan penetapan harga eceran dan pengawasan distribusi dijalankan secara ketat.

Pemerintah daerah diharapkan meningkatkan sosialisasi kepada konsumen tentang pola belanja yang bijak.

Upaya edukasi tersebut diharapkan dapat mengurangi efek panic buying yang dapat memicu kenaikan harga sementara.

Menteri menegaskan bahwa data inflasi akan terus dipantau secara mingguan oleh Badan Pusat Statistik dan Kementerian Keuangan.

Jika ada indikasi peningkatan tajam, pemerintah siap mengaktifkan instrumen kebijakan moneter dan fiskal.

Di samping itu, kementerian dalam negeri berencana mengoptimalkan penggunaan sistem informasi harga daerah.

Sistem ini memungkinkan pemda mengunggah data harga secara real time untuk analisis cepat.

Tito Karnavian juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam pelaporan harga oleh pedagang dan produsen.

Transparansi dianggap kunci untuk mencegah praktik spekulasi yang dapat memicu inflasi.

Pada pertemuan internal kementerian, para pejabat menilai bahwa penurunan inflasi memberi ruang bagi kebijakan stimulus ekonomi.

Namun, mereka menekankan bahwa stimulus harus diimbangi dengan kontrol inflasi yang ketat.

Analis ekonomi independen menyatakan bahwa tren penurunan inflasi dapat berlanjut jika kondisi eksternal tetap stabil.

Mereka menyoroti bahwa faktor risiko utama tetap berupa fluktuasi nilai tukar dan harga komoditas global.

Secara keseluruhan, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas harga sambil mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dengan tetap waspada, diharapkan Indonesia dapat melindungi daya beli konsumen dan mengurangi beban rumah tangga.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.