Media Kampung – 04 April 2026 | Indonesia mencatat total komitmen investasi asing langsung (FDI) dari Jepang dan Korea Selatan sebesar Rp574 triliun pada tahun 2023, menurut data Kementerian Investasi yang dirilis pada awal April 2024. Angka tersebut menandai peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Angka itu diungkapkan dalam rapat tingkat tinggi yang mempertemukan pejabat senior pemerintah Indonesia dengan delegasi bisnis Jepang dan Korea Selatan di Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian forum investasi tahunan yang diinisiasi oleh Presiden.

Investasi Jepang mencakup sektor otomotif, elektronik, serta infrastruktur energi terbarukan, dengan total nilai mencapai Rp312 triliun. Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan pabrik baterai lithium‑ion dan perluasan jaringan pabrik kendaraan listrik di beberapa provinsi.

Sementara itu, Korea Selatan menyalurkan komitmen investasi sebesar Rp262 triliun, terfokus pada industri semikonduktor, teknologi informasi, dan farmasi. Beberapa perusahaan Korea mengumumkan rencana pendirian pusat riset dan pengembangan di kawasan khusus ekonomi (KEK) Jawa Barat.

Kedua negara menargetkan kolaborasi lintas sektoral untuk meningkatkan transfer teknologi dan keterampilan tenaga kerja lokal. Pemerintah Indonesia menyediakan insentif fiskal dan kemudahan perizinan sebagai bagian dari kebijakan investasi yang bersifat pro‑business.

Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, menegaskan, “Komitmen Rp574 triliun menegaskan kepercayaan investor Jepang dan Korea terhadap stabilitas ekonomi Indonesia serta potensi pasar domestik yang besar.” Pernyataan itu disampaikan dalam sambutan resmi pada konferensi pers.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Hiroshi Saito, menambahkan bahwa kerjasama investasi merupakan bagian integral dari strategi “Quality Infrastructure” Jepang di Asia Tenggara. Ia menyoroti pentingnya sinergi antara teknologi Jepang dan sumber daya manusia Indonesia.

Dari pihak Korea Selatan, Menteri Perdagangan, Lee Jung‑suk, menyatakan bahwa investasi tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang Korea dalam mengembangkan ekosistem digital Indonesia. Ia menekankan rencana peningkatan kapasitas produksi semikonduktor secara berkelanjutan.

Situasi geopolitik global yang bergejolak menambah urgensi bagi Indonesia untuk memperkuat aliansi ekonomi dengan negara-negara maju. Data terbaru menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik, meskipun terdapat tantangan rantai pasokan internasional.

Jika dibandingkan dengan tahun 2022, dimana total komitmen investasi Jepang‑Korea tercatat Rp421 triliun, peningkatan sebesar 36 persen mencerminkan percepatan implementasi kebijakan investasi pemerintah. Pertumbuhan ini juga melampaui target tahunan yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020‑2024.

Dengan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun, pemerintah menegaskan agenda transformasi ekonomi berbasis inovasi dan keberlanjutan. Ke depan, keberhasilan pelaksanaan proyek‑proyek tersebut akan menjadi indikator utama dalam menilai daya saing Indonesia di kancah global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.