Media Kampung – 04 April 2026 | Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, menegaskan keputusan pemerintah tidak menaikkan harga BBM adalah tepat mengingat kekayaan sumber daya alam Indonesia.

Ia menolak perbandingan dengan kebijakan Thailand dan Filipina yang baru-baru ini menaikkan tarif bahan bakar.

Menyebut Indonesia memiliki cadangan minyak dan gas yang cukup untuk menstabilkan pasar domestik, ia menambahkan bahwa negara tetangga harus menyesuaikan harga karena keterbatasan produksi.

Sementara itu, Indonesia dapat memanfaatkan cadangan strategisnya untuk menjaga kestabilan harga.

Misbakhun menambahkan bahwa kebijakan harga stabil membantu menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Data BPS menunjukkan inflasi makanan tetap berada pada level moderat meski harga BBM tidak berubah.

Pemerintah menegaskan bahwa penetapan harga BBM masih mengacu pada subsidi yang disalurkan melalui anggaran negara.

Misbakhun menilai subsidi tersebut masih dapat dipertahankan asalkan fiskal tetap sehat.

“Kita tidak boleh mengadopsi kebijakan luar tanpa memperhatikan kondisi domestik,” ujar Misbakhun dalam konferensi pers di DPR.

Ia mencontohkan bahwa Thailand baru-baru ini menaikkan pajak bahan bakar hingga 30 persen karena penurunan produksi.

Filipina pula meningkatkan tarif karena nilai tukar yang melemah dan tekanan pasar global.

Kedua negara tersebut mengalami lonjakan harga bensin yang memicu protes publik.

Di Indonesia, protes serupa belum muncul karena kebijakan harga yang konsisten.

Misbakhun menegaskan bahwa stabilitas harga BBM penting bagi sektor transportasi dan logistik.

Sektor transportasi menyumbang sekitar 30 persen konsumsi energi nasional.

Jika harga BBM naik, biaya distribusi barang akan meningkat dan menekan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah juga mengembangkan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Program biodiesel dan etanol sedang diintensifkan sebagai alternatif jangka panjang.

Namun, Misbakhun menekankan bahwa transisi energi tidak dapat mengorbankan kestabilan harga saat ini.

Ia meminta kementerian keuangan memastikan alokasi anggaran subsidi tidak mengganggu defisit fiskal.

Analisis independen menunjukkan bahwa kebijakan harga BBM yang tetap dapat menahan tekanan inflasi hingga akhir tahun.

Ekonom dari LPEM menyebut bahwa kebijakan ini selaras dengan target inflasi Bank Indonesia.

Bank Indonesia menargetkan inflasi 2,5 hingga 3,5 persen untuk 2024.

Dengan BBM tetap, sektor rumah tangga tidak terbebani kenaikan biaya hidup.

Misbakhun menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya kedaulatan energi nasional.

Ia menambahkan bahwa keputusan pemerintah mencerminkan pemahaman mendalam terhadap kondisi pasar energi domestik.

Pemerintah akan terus memantau harga global minyak mentah untuk menyesuaikan kebijakan bila diperlukan.

Namun, untuk saat ini, tidak ada rencana menaikkan harga BBM di dalam negeri.

Kebijakan ini diharapkan memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.