Media Kampung – 03 April 2026 | Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) mengalami penurunan pada Jumat, 3 April 2026. Penurunan tersebut tercatat sebesar Rp65.000 per gram, menjadikan harga jual 1 gram Rp2.857.000.

Sebelumnya, pada Kamis, 2 April 2026, harga dasar emas Antam per gram tercatat Rp2.922.000. Penurunan ini menandai tren penurunan harga emas di pasar domestik.

Harga dasar 0,5 gram Antam kini berada di Rp1.478.500, sementara harga bersertifikat pajak (PPh 0,25%) menjadi Rp1.482.196. Data ini diambil dari situs resmi Logam Mulia.

Untuk berat 2 gram, harga dasar tercatat Rp5.654.000 dan setelah pajak menjadi Rp5.668.135. Harga 3 gram berada pada Rp8.456.000 dasar, naik menjadi Rp8.477.140 setelah pajak.

Harga emas 5 gram Antam kini Rp14.060.000 dasar dan Rp14.095.150 setelah pajak. Berat 10 gram dihargai Rp28.065.000 dasar, menjadi Rp28.135.163 setelah pajak.

Untuk ukuran 25 gram, harga dasar Rp70.037.000 dan setelah pajak Rp70.212.093. Berat 50 gram memiliki harga dasar Rp139.995.000, naik menjadi Rp140.344.988 setelah pajak.

Ukuran 100 gram dijual dengan harga dasar Rp279.912.000 dan menjadi Rp280.611.780 setelah pajak. Harga untuk 250 gram tercatat Rp699.516.500 dasar, naik menjadi Rp701.263.788 setelah pajak.

Ukuran 500 gram Antam memiliki harga dasar Rp1.398.820.000 dan menjadi Rp1.402.317.050 setelah pajak. Satu kilogram emas batangan Antam dihargai Rp2.797.600.000 dasar, meningkat menjadi Rp2.804.594.000 setelah pajak.

Data tambahan menunjukkan variasi harga pada produk khusus, misalnya 0,5 gram dengan label lain dihargai Rp1.548.000 dasar, menjadi Rp1.552.371 setelah pajak. Produk 1 gram dengan label khusus dijual Rp3.007.000 dasar, menjadi Rp3.014.518 setelah pajak.

Berat 8 gram dalam kategori khusus dicatat Rp23.710.800 dasar, menjadi Rp24.770.077 setelah pajak. Berat 88 gram memiliki harga dasar Rp258.113.600, naik menjadi Rp258.758.884 setelah pajak.

Harga 20 gram Antam tercatat Rp57.340.000 dasar, menjadi Rp57.483.350 setelah pajak. Pada produk dengan PPN 11% termasuk, 250 gram dihargai Rp13.361.625, sedangkan 500 gram menjadi Rp25.835.250.

Berat 31,1 gram memiliki harga dasar Rp1.995.502 dan menjadi Rp2.215.007 setelah PPN 11%. Berat 186,6 gram dihargai Rp10.851.526 dasar, menjadi Rp12.045.194 setelah PPN.

Beberapa produk menampilkan tarif PPN 1,65% dengan harga dasar Rp17.275.456, menjadi Rp17.560.501 setelah pajak. Kombinasi PPN 1,1% dan PPh 22 0,25% menghasilkan harga Rp17.508.675 untuk berat tertentu.

Selain penjualan, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga turun pada hari yang sama. Harga buyback 1 gram kini Rp2.577.000, mencatat penurunan Rp60.000 dibandingkan hari sebelumnya.

Penurunan harga buyback berlaku untuk semua ukuran, mengikuti kebijakan pajak yang sama. Penjualan kembali emas di atas Rp10 juta dikenai PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non‑NPWP.

Untuk pembelian emas batangan, pajak PPh 22 dikenakan sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% bagi yang tidak memiliki NPWP. Potongan pajak ini langsung dipotong dari nilai transaksi.

Setiap transaksi pembelian atau penjualan emas Antam disertai bukti potong PPh 22 sebagai dokumen resmi. Kebijakan ini diatur dalam PMK Nomor 34/PMK.10/2017.

Antam menyediakan layanan penjualan dan buyback melalui butik resmi di Surabaya. Dua lokasi utama adalah Butik Emas LM‑Surabaya Pakuwon dan Butik Emas LM‑Surabaya Darmo.

Konsumen dapat mengunjungi butik tersebut untuk memastikan keaslian dan kemurnian produk. Alternatifnya, pembelian dapat dilakukan melalui portal logammulia.com.

Penurunan harga emas terjadi bersamaan dengan fluktuasi pasar internasional yang dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga AS. Analis pasar logam mulia mencatat bahwa penurunan dolar AS memberi ruang bagi harga emas domestik untuk berfluktuasi.

Seorang analis di bank lokal menyatakan, “Penurunan harga Antam mencerminkan koreksi pasar setelah kenaikan tajam pada minggu sebelumnya.” Pernyataan tersebut menekankan bahwa penurunan ini bersifat sementara.

Ia menambahkan, “Jika permintaan domestik tetap stabil, harga dapat kembali naik menjelang hari raya Idul Fitri.” Prediksi ini mengacu pada pola historis peningkatan permintaan emas menjelang hari besar.

Data historis menunjukkan bahwa pada periode Idul Fitri, permintaan emas batangan biasanya meningkat 5‑7% dibandingkan bulan biasa. Kenaikan tersebut biasanya mendorong harga jual kembali naik.

Namun, faktor global seperti cadangan emas dunia dan kebijakan bank sentral tetap menjadi penentu utama. Kenaikan suku bunga di Amerika Serikat dapat menekan harga emas lebih lanjut.

Di sisi lain, inflasi domestik yang masih tinggi mendorong sebagian investor beralih ke logam mulia sebagai lindung nilai. Permintaan ritel di butik Antam tetap kuat meski harga turun.

Para pedagang logam mulia mencatat peningkatan volume penjualan pada gram kecil, khususnya 0,5 gram dan 1 gram. Produk tersebut lebih terjangkau bagi konsumen ritel.

Penurunan harga Antam juga memberi peluang bagi investor institusi untuk menambah posisi. Beberapa reksa dana emas melaporkan penambahan alokasi pada minggu ini.

Secara keseluruhan, pasar emas Indonesia menunjukkan volatilitas moderat dalam minggu pertama April 2026. Pergerakan harga masih dipengaruhi oleh data ekonomi global dan domestik.

Para pelaku pasar disarankan memantau kebijakan moneter internasional serta data inflasi Indonesia. Langkah ini penting untuk mengantisipasi pergerakan harga selanjutnya.

Dengan harga 1 gram Rp2.857.000, emas Antam masih berada di atas level rata‑rata tiga bulan terakhir. Namun, tren penurunan dapat berlanjut jika tekanan eksternal tetap kuat.

Pengamat pasar menekankan pentingnya diversifikasi portofolio bagi investor ritel. Emas tetap menjadi aset safe‑haven dalam kondisi ketidakpastian.

Untuk informasi lebih lanjut, konsumen dapat mengunjungi situs resmi Antam atau menghubungi layanan pelanggan butik. Layanan tersebut menyediakan data harga terkini dan mekanisme transaksi.

Penurunan harga hari ini menandai perubahan signifikan dalam dinamika pasar logam mulia Indonesia. Kondisi ini akan terus dipantau oleh pelaku industri dan regulator.

Dengan harga jual kembali Rp2.577.000 per gram, konsumen memiliki opsi likuiditas yang lebih baik. Hal ini dapat meningkatkan minat beli kembali menjelang periode libur panjang.

Secara singkat, harga emas Antam pada 3 April 2026 turun Rp65.000 per gram, dengan buyback turun Rp60.000. Data lengkap mencakup semua ukuran berat serta tarif pajak yang berlaku.

Kondisi pasar saat ini menunjukkan tekanan dari faktor eksternal, namun permintaan domestik tetap mendukung stabilitas harga. Para pelaku pasar diimbau tetap waspada terhadap perkembangan ekonomi global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.