Media Kampung – 02 April 2026 | Jakarta, 1 April 2026 – Harga emas Antam naik tajam, mencatat kenaikan Rp 65.000 per gram, menembus level Rp 3.085.000 per gram di Pegadaian. Lonjakan ini menandai hari pertama kenaikan signifikan sejak awal tahun.

Data resmi Pegadaian menunjukkan harga Antam sebelumnya Rp 3.020.000 per gram, sehingga selisihnya mencapai Rp 65.000. Kenaikan ini melampaui kenaikan rata‑rata pada merek lain, yakni UBS naik Rp 66.000 dan Galeri24 naik Rp 64.000.

Pada jam 07.30 WIB, harga Antam tercatat Rp 3.085.000, sementara harga UBS berada di Rp 2.923.000 dan Galeri24 di Rp 2.908.000 per gram. Semua produk tersedia dalam varian 0,5 hingga 1.000 gram di jaringan Pegadaian.

Kenaikan harga ini sejalan dengan penguatan harga emas dunia yang pada Rabu, 31 Maret 2026, mencapai USD 4.784,22 per ounce, naik 2,5 % dalam satu sesi. Faktor utama ialah pelemahan dolar AS dan peredaan ketegangan di Timur Tengah.

Analis pasar logam mulia, Rudi Hartono, mengatakan “Permintaan investasi di Asia tetap kuat, terutama setelah nilai tukar rupiah stabil, sehingga investor beralih ke emas sebagai safe‑haven.” Ia menambahkan bahwa tren ini diperkirakan berlanjut dalam minggu mendatang.

Data spot pasar menunjukkan kontrak berjangka Amerika naik 2,9 % menjadi USD 4.813,10 per ounce, menegaskan momentum bullish yang memengaruhi harga lokal. Kenaikan nilai tukar mata uang asing juga memperkuat daya beli domestik terhadap emas.

Harga beli kembali (buyback) Antam turut naik menjadi Rp 2.637.000 per gram, selisih Rp 50.000 dari harga sebelumnya. Kebijakan ini memberikan insentif bagi pemilik emas fisik untuk menjual kembali pada harga yang lebih kompetitif.

Sejak Januari 2026, Antam mencatat rekor tertinggi pada 29 Januari dengan Rp 3.168.000 per gram, namun pada awal bulan ini sempat turun sebelum kembali melambung. Kenaikan hari ini menandai pemulihan nilai setelah penurunan singkat pada awal minggu.

Pegadaian juga menawarkan produk Tabungan Emas yang memungkinkan nasabah membeli emas dalam pecahan kecil, mulai dari 0,1 gram. Produk ini menjadi pilihan bagi investor ritel yang ingin mengamankan dana tanpa harus menyiapkan modal besar.

Para investor disarankan memantau pergerakan kurs dolar dan sentimen geopolitik, karena volatilitas tersebut dapat memicu fluktuasi harga emas harian. Laporan Bloomberg menegaskan bahwa setiap perubahan kebijakan moneter AS dapat menambah tekanan pada pasar komoditas.

Meskipun harga naik, ahli keuangan menekankan pentingnya diversifikasi portofolio. “Emas tetap aset lindung nilai yang solid, namun tidak boleh menjadi satu‑satunya instrumen investasi,” ujar Lita Sari, manajer portofolio di PT Mandiri Investasi.

Dengan kenaikan Rp 65.000 per gram, Antam tetap menjadi pilihan utama bagi investor domestik, mengingat reputasi PT Aneka Tambang Tbk dalam kualitas dan likuiditas. Kondisi pasar saat ini menuntut kehati‑hatian, namun prospek jangka pendek tetap positif.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.