Media Kampung – 01 April 2026 | PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melaporkan laba bersih 2025 sebesar Rp24,49 miliar, mencatat lonjakan 1.742% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini didorong oleh peningkatan pendapatan menjadi Rp91,82 miliar, naik 201% dari Rp30,44 miliar pada 2024.
Pertumbuhan pendapatan terutama berasal dari ekspansi kapasitas layanan IP Transit kepada pelanggan institusional baru serta peluncuran lini jasa konstruksi infrastruktur jaringan yang menambah variasi sumber pendapatan grup.
Efisiensi operasional juga terlihat jelas; gross margin naik tajam menjadi 47,8% pada 2025, dibandingkan 35,7% tahun lalu, menghasilkan laba bruto Rp43,89 miliar, meningkat 304% secara tahunan.
Laba usaha mencapai Rp30,32 miliar, naik signifikan dari Rp1,31 miliar pada 2024, sementara EBIT margin tercapai 33,0%, menandakan profitabilitas yang semakin kuat.
EPS dasar INET beranjak dari Rp0,18 menjadi Rp3,10 setelah penambahan saham beredar melalui pelaksanaan waran, memperkuat nilai bagi pemegang saham.
Direktur Utama Muhammad Arif menegaskan bahwa 2025 menjadi tahun pembuktian bagi strategi jangka panjang perusahaan. “Apa yang kami bangun dalam beberapa tahun terakhir—infrastruktur, ekosistem anak usaha, dan jaringan kemitraan strategis—sudah mulai berbuah dalam angka-angka ini,” ujarnya.
Arif menambahkan bahwa pertumbuhan laba bukan sekadar angka, melainkan cerminan kepercayaan pelanggan dan pasar terhadap kapabilitas INET sebagai mitra infrastruktur digital jangka panjang.
Dari sisi neraca, total aset konsolidasian INET mencapai Rp760,37 miliar pada 31 Desember 2025, naik 231% dari Rp229,85 miliar pada akhir 2024. Kas dan setara kas melambung menjadi Rp404,44 miliar, menandakan likuiditas kuat untuk mendukung agenda ekspansi.
Ekuitas perseroan hampir dua kali lipat, mencapai Rp429,21 miliar, sementara rasio Net Debt to Equity turun menjadi 17,07% dari 22,20% tahun sebelumnya, menandakan struktur permodalan yang lebih konservatif.
Komisaris Utama Saripudin menilai kinerja INET tidak hanya tumbuh dalam ukuran, tetapi juga dalam kualitas. Ia menyoroti margin yang membaik, struktur permodalan sehat, dan portofolio aset yang semakin produktif.
Menurut Saripudin, hak penerbitan (rights issue) HMETD I berpotensi menghimpun dana hingga Rp3,2 triliun, yang akan mempercepat transisi INET ke liga infrastruktur digital kelas berikutnya di Indonesia.
Ekspansi layanan IP Transit mencakup peningkatan kapasitas jaringan fiber optik dan layanan transportasi data terkelola, menargetkan sektor perbankan, telekomunikasi, serta pemerintahan yang membutuhkan konektivitas tinggi.
Sementara lini konstruksi infrastruktur jaringan menambah nilai tambah melalui proyek pembangunan menara seluler, pusat data, dan jaringan backhaul yang mendukung ekosistem digital nasional.
Strategi diversifikasi ini membantu INET mengurangi ketergantungan pada satu segmen, sehingga meningkatkan stabilitas pendapatan di tengah persaingan industri yang intens.
Manajemen juga menekankan pentingnya pengelolaan biaya; total biaya operasional tetap terkendali meskipun pendapatan naik, berkat otomatisasi proses dan optimalisasi rantai pasokan.
Investor menyambut positif laporan keuangan ini, mengingat peningkatan profitabilitas, likuiditas, dan struktur modal yang sehat memberikan landasan kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Analisis pasar memperkirakan bahwa INET dapat mempertahankan pertumbuhan double‑digit dalam beberapa tahun ke depan, seiring kebutuhan infrastruktur digital yang terus meningkat di Indonesia.
Dengan aset yang kini mencapai lebih dari Rp760 miliar dan kas yang cukup untuk mendanai proyek‑proyek strategis, perusahaan berada pada posisi yang menguntungkan untuk memperluas jaringan regional dan nasional.
Penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) diharapkan menambah modal kerja, memperkuat posisi kompetitif, dan memungkinkan INET melakukan akuisisi atau joint venture yang selaras dengan visi digitalisasi nasional.
Secara keseluruhan, laporan keuangan 2025 menegaskan bahwa strategi ekspansi layanan IP Transit, diversifikasi ke konstruksi jaringan, serta disiplin keuangan telah menghasilkan kinerja keuangan yang luar biasa.
Dengan fondasi yang kuat, INET berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur digital yang berkelanjutan, menciptakan nilai bagi pemegang saham, dan berkontribusi pada transformasi digital Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan