Media Kampung – 01 April 2026 | Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan peran Indonesia sebagai magnet investasi dunia setelah kunjungan kerja di Jepang menghasilkan komitmen investasi senilai sekitar Rp384,2 triliun.

Angka tersebut setara dengan US$23 miliar, mengingat kurs rata‑rata 16.994 rupiah per dolar, dan mayoritas dana diarahkan ke sektor energi.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa proyek bersama Pertamina menjadi kontributor terbesar dengan nilai US$20,9 miliar.

Selain itu, kerja sama antara Danantara dan SMBC Aviation Leasing mencatat investasi US$800 juta, sementara Pegadaian memperoleh pendanaan US$300 juta dari SMBC Bank.

Investasi di bidang medis juga muncul, dengan komitmen US$1 miliar untuk pengembangan plasma darah, menempati posisi kedua setelah investasi Korea Selatan.

Perusahaan kecantikan estetika Two‑Way dan mitra Indonesia menandatangani kesepakatan senilai US$500 juta, memperluas diversifikasi sektor yang terlibat.

Rosan menambahkan bahwa proyek geothermal antara PT Supramu dan Sumitomo juga telah disepakati, mendukung transisi energi terbarukan.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa seluruh komitmen investasi merupakan bagian integral dari perjanjian kerja sama Indonesia‑Jepang yang lebih luas.

Ia menjelaskan bahwa setelah pertemuan dengan Kaisar Naruhito, Prabofu akan melanjutkan agenda bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada 31 Maret 2026.

Teddy juga menyebutkan rencana pertemuan antara Presiden dan sekitar 12 pengusaha terbesar Jepang, mirip dengan dialog yang pernah dilakukan di Amerika.

Rosan menyoroti bahwa kepercayaan internasional tetap tinggi, menegaskan bahwa investasi Jepang menunjukkan keyakinan kuat terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Indonesia.

Data investasi menunjukkan bahwa sektor energi, baik konvensional maupun terbarukan, mendominasi aliran dana, menandakan fokus pemerintah pada transisi energi nasional.

Komitmen tersebut melampaui angka yang sebelumnya dilaporkan, yaitu Rp380 triliun, dan menegaskan tren peningkatan investasi asing di Indonesia.

Selain energi, sektor keuangan, manufaktur, dan teknologi juga tercakup dalam rangkaian kesepakatan, menciptakan ekosistem investasi yang lebih seimbang.

Pembentukan joint venture antara perusahaan Jepang dan BUMN diharapkan meningkatkan transfer teknologi dan penciptaan lapangan kerja.

Para analis menilai bahwa aliran investasi ini dapat mempercepat pencapaian target bauran energi terbarukan Indonesia pada 2030.

Rosan menegaskan bahwa pendanaan ini akan memperkuat infrastruktur energi, termasuk pembangunan pembangkit listrik baru dan modernisasi jaringan distribusi.

Investasi US$23 miliar tersebut juga diharapkan menambah devisa negara, memperkuat neraca perdagangan, dan mengurangi ketergantungan pada impor energi.

Kunjungan Prabowo ke Tokyo mencakup pertemuan dengan pejabat tinggi, termasuk pertemuan informal dengan pengusaha Jepang yang menandatangani memorandum of understanding.

Para pengusaha menilai iklim investasi Indonesia semakin kondusif berkat kebijakan fiskal dan regulasi yang lebih transparan.

Teddy menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa investasi ini bukan sekadar angka, melainkan bukti konkret bahwa Indonesia kini menjadi destinasi utama bagi modal global.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus memfasilitasi proses perizinan dan memberikan insentif bagi investor yang berkomitmen pada sektor strategis.

Dengan dukungan investasi ini, Indonesia berpotensi meningkatkan kapasitas pembangkit listrik terbarukan hingga 30 gigawatt dalam lima tahun ke depan.

Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dan memenuhi komitmen Paris Agreement.

Secara keseluruhan, komitmen investasi Rp384,2 triliun menandai tonggak penting dalam hubungan ekonomi Indonesia‑Jepang, memperkuat kemitraan bilateral yang sudah lama terjalin.

Ke depan, keberlanjutan aliran investasi akan sangat dipengaruhi oleh pelaksanaan proyek, transparansi, dan hasil nyata bagi perekonomian nasional.

Presiden Prabowo mengakhiri kunjungan dengan harapan bahwa investasi ini akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.