Banyuwangi – Pengakuan Indikasi Geografis (IG) untuk Durian Merah Banyuwangi membuka babak baru bagi komoditas khas daerah ini. Buah eksotis dengan daging berwarna merah tersebut diketahui tumbuh dan dibudidayakan di enam kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dengan Kecamatan Songgon sebagai sentra utamanya.
Enam wilayah penghasil durian merah Banyuwangi meliputi Kecamatan Songgon, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, Licin, dan Srono.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa terbitnya sertifikat IG menjadi pengakuan resmi atas kekhasan durian merah Banyuwangi yang tidak dimiliki daerah lain.
Menurut Ipuk, karakter durian merah Banyuwangi terbentuk dari perpaduan kondisi geografis, iklim, ketinggian wilayah, serta pengetahuan lokal petani yang diwariskan secara turun-temurun.
“Alhamdulillah, sertifikat IG Durian Merah Banyuwangi sudah terbit. Ini menjadi yang pertama di Indonesia untuk kategori durian merah,” ujar Ipuk, Rabu (21/1/2026).
Ipuk berharap status IG ini tidak hanya melindungi durian merah dari klaim pihak luar, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas petani dan pengembangan wisata agro di Banyuwangi.
Ia mengajak wisatawan untuk datang langsung ke sentra-sentra durian merah dan menikmati pengalaman khas yang hanya bisa ditemukan di Banyuwangi.
“Silakan datang ke Banyuwangi dan nikmati durian merahnya. Keunikan durian merah Banyuwangi tidak dimiliki daerah lain,” ujarnya.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Ilham Juanda menjelaskan, durian merah Banyuwangi (Durio zibethinus L) memiliki ciri khas utama pada warna daging buahnya.
Warna tersebut bervariasi, mulai dari merah pekat, merah pelangi, hingga merah semburat. Selain tampilannya yang unik, durian merah Banyuwangi juga dikenal memiliki aroma kuat, rasa manis dan pahit yang seimbang, serta tekstur daging yang lembut.
“Durian merah Banyuwangi juga mengandung antioksidan dan vitamin C yang cukup tinggi,” terang Ilham.
Ilham menambahkan, durian merah Banyuwangi tergolong buah langka. Hingga saat ini, baru tercatat enam pohon induk yang terdaftar dalam skema Indikasi Geografis, dengan estimasi produksi rata-rata mencapai empat ton per pohon.
Selain itu, Banyuwangi memiliki enam varietas durian merah unggul nasional, yakni Balqis, SOJ, Gandrung, Sayu Wiwit, Tawangalun, dan Madu Blambangan. Keenam varietas tersebut dibudidayakan di enam kecamatan penghasil durian merah di Banyuwangi.
Secara keseluruhan, luas panen durian di Banyuwangi mencapai 3.262 hektare dengan total produksi sekitar 27.890 ton per tahun. Dengan perlindungan Indikasi Geografis, durian merah Banyuwangi diharapkan semakin memiliki nilai tambah, baik dari sisi harga jual maupun daya tarik wisata.
Pengakuan IG ini menjadi peluang besar bagi petani lokal untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat identitas Banyuwangi sebagai daerah penghasil komoditas hortikultura unggulan.


















Tinggalkan Balasan