Media Kampung – 05 April 2026 | Menteri Yandri Susanto mengumumkan bahwa desa-desa di Indonesia memiliki potensi untuk diserap oleh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menembus pasar global.
Program MBG dirancang untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak di wilayah miskin sekaligus meningkatkan produksi pertanian di tingkat lokal.
Dapur MBG berfungsi sebagai pusat pengolahan bahan pangan yang menghubungkan petani desa dengan rantai pasok nasional.
Yandri menambahkan bahwa dapur tersebut dapat menjadi pintu gerbang ekspor hasil pertanian unggulan, terutama sayur organik dan buah tropis.
Pemerintah menargetkan penyerapan 500 desa dalam tiga tahun ke depan dengan investasi infrastruktur penyimpanan dan transportasi.
Pendekatan ini diharapkan meningkatkan pendapatan petani, mengurangi kemiskinan, dan menurunkan tingkat migrasi ke kota.
Data Badan Pusat Statistik 2023 menunjukkan kontribusi desa terhadap PDB nasional masih di bawah 15 persen, menandakan ruang pertumbuhan yang signifikan.
Untuk mewujudkan target, Kementerian Pertanian berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian dalam penyediaan peralatan pengolahan modern.
Pemerintah juga memberikan subsidi pupuk organik dan pelatihan agribisnis kepada kelompok tani di desa terpilih.
“Dapur MBG tidak hanya memberi makan, tetapi membuka peluang pasar internasional bagi produk desa,” ujar Yandri dalam konferensi pers di Jakarta.
Pengusaha agrikultur menilai inisiatif ini dapat mempercepat sertifikasi standar internasional, seperti GlobalGAP, bagi produk lokal.
Analisis lembaga riset pasar mengindikasikan permintaan meningkat untuk produk pertanian berkelanjutan dari Uni Eropa dan Timur Tengah.
Jika berhasil, model desa‑MBG dapat direplikasi di provinsi lain, memperkuat jaringan ekonomi desa di seluruh Indonesia.
Pemerintah menegaskan komitmen memantau implementasi melalui evaluasi triwulanan dengan harapan desa dapat berkontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan