Media Kampung – 02 April 2026 | 99 kepala desa di Kabupaten Jember menyatakan kesiapan membiayai Pilkades 2027 secara mandiri, sementara Bupati Muhammad Fawait menegaskan bahwa selisih anggaran dapat dialihkan ke program pembangunan desa.
Serentak di 161 desa, pemilihan kepala desa akan dilaksanakan pada 2027, dan inisiatif swadaya muncul dari keputusan bersama para pemimpin desa.
Komitmen 99 kepala desa diumumkan dalam dialog yang diselenggarakan di Hotel Rembangan pada bulan Ramadan lalu.
Fawait mengaku terharu dan bangga atas kesediaan para kades untuk menanggung biaya pemilu secara mandiri.
Ia menambahkan bahwa APBD kini menghadapi penyesuaian dari pemerintah pusat, sehingga efisiensi anggaran menjadi penting.
Pendekatan swadaya diproyeksikan mengurangi ketergantungan pada dana daerah untuk logistik Pilkades.
Uang yang sebelumnya dialokasikan untuk keperluan pemilihan akan dipindahkan ke proyek infrastruktur seperti perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas umum.
Ia menegaskan bahwa skema ini tidak akan memberatkan calon kepala desa; dukungan APBD tetap tersedia bagi desa yang memerlukan.
Fawait menilai langkah ini bukan sekadar penghematan, melainkan wujud semangat gotong royong di tingkat akar rumput.
Dengan pembiayaan bersama, alokasi APBD dapat difokuskan pada program prioritas lain di wilayah kabupaten.
Pemerintah kabupaten berencana mengawasi penggunaan dana swadaya melalui mekanisme pelaporan yang transparan.
Setiap desa yang mengalihkan dana Pilkades wajib menyampaikan proposal anggaran detail untuk proyek yang akan dibiayai.
Proyek yang diharapkan mencakup perbaikan drainase, peningkatan fasilitas sekolah, dan dukungan bagi sektor pertanian.
Inisiatif ini selaras dengan rencana pembangunan regional yang menargetkan pertumbuhan merata di seluruh Jember.
Lembaga swadaya masyarakat lokal menyambut baik model kolaboratif ini, menganggapnya dapat memperkuat ikatan komunitas.
Namun, beberapa pihak mengkhawatirkan beban keuangan bagi desa-desa kecil yang memiliki sumber daya terbatas.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah kabupaten akan menyediakan bantuan teknis dan pendanaan tambahan bila diperlukan.
Pilkades 2027 dipandang tidak hanya sebagai agenda demokrasi, tetapi juga momentum percepatan pembangunan infrastruktur desa.
Secara keseluruhan, komitmen 99 kepala desa dan rencana pengalihan anggaran menunjukkan pendekatan proaktif dalam mengembangkan wilayah pedesaan Jember.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan