Media Kampung – Palembang, Sumatera Selatan – Kabut asap semakin menyelimuti Kota Palembang pada Jumat pagi, dengan laporan dari aplikasi IQAir menunjukkan kualitas udara di beberapa wilayah mencapai level berbahaya. Di antara area yang terpantau, Bukit Kecil mencatat angka tertinggi dengan indeks kualitas udara 748, diikuti oleh Musi 2 (691), Demang Lebar Daun (553), dan GP Plm (320). Kawasan Sukarami juga mengalami kondisi sangat tidak sehat dengan indeks 233.
Kondisi ini telah berlangsung hampir sebulan dan mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama pada malam hari saat asap semakin pekat. Seorang warga, Ahmad, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kesehatan anaknya yang baru berusia tiga bulan. Ia mengatakan, “Anak saya masih tiga bulan juga sulit tidur karena memang asap ini kalau tengah malam tambah pekat sekali. Hampir sebulan ini parah sekali kabut asap, terlebih lagi tengah malam.”
Akibat dari kondisi ini, banyak warga, termasuk Ahmad, memilih untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan. “Ya, kita tidak lagi beraktivitas di luar rumah. Kita lebih banyak melakukan aktivitas di dalam rumah,” katanya.
Ahmad berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk menangani titik-titik kebakaran lahan yang menjadi sumber kabut asap. “Harapannya, pemerintah bisa segera menangani titik-titik kebakaran lahan supaya kabut asap tidak semakin tebal lagi,” ujarnya.
Dengan kualitas udara yang memburuk, masyarakat diimbau untuk lebih waspada, terutama kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, dan individu dengan gangguan pernapasan. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik. Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan perlu terus ditingkatkan untuk mengendalikan sumber asap dan mencegah pencemaran udara yang lebih luas di Palembang.













