Media Kampung – 09 April 2026 | World Resources Institute (WRI) menilai upaya penanggulangan banjir di Jakarta masih mengandalkan metode konvensional yang tidak menyentuh akar permasalahan.

Metode lama berfokus pada perluasan jaringan saluran pembuangan dan pembangunan infrastruktur teknik, namun intensitas banjir tidak menunjukkan penurunan signifikan.

WRI menekankan bahwa solusi berbasis alam atau nature‑based solutions (NbS) menawarkan kapasitas penyerapan air yang lebih efektif dibandingkan struktur beton semata.

Data terbaru menunjukkan daerah hulu Jakarta telah kehilangan lebih dari 30 persen tutupan hijau dalam dua dekade terakhir, memperparah aliran permukaan.

Penurunan vegetasi ini meningkatkan laju limpasan air ke wilayah perkotaan, mengakibatkan meluapnya kanal drainase pada musim hujan.

Baca juga:

WRI mengusulkan revitalisasi kawasan rawa, pembuatan taman resapan, dan pengembalian lahan pertanian ke fungsi penyerapan air.

Implementasi NbS diharapkan dapat memperpanjang waktu retensi air, sehingga beban pada sistem drainase berkurang.

Pemerintah DKI Jakarta telah meluncurkan beberapa proyek hijau, termasuk taman kota yang dirancang sebagai zona resapan, namun skala dan kecepatan pelaksanaannya masih terbatas.

WRI menilai bahwa kebijakan yang ada belum menyertakan mekanisme insentif bagi pemilik lahan untuk mengembalikan fungsi ekologi mereka.

Tanpa dukungan regulasi yang kuat, partisipasi sektor swasta dalam program penanaman kembali tetap minim.

Studi banding dengan kota-kota lain di Asia menunjukkan bahwa integrasi antara infrastruktur teknis dan alam dapat menurunkan risiko banjir hingga 40 persen.

Baca juga:

WRI mengajak pihak terkait untuk menyusun rencana aksi terpadu yang memadukan teknik sipil dengan ekosistem alami.

Rencana tersebut mencakup penetapan zona larangan pembangunan di daerah rawan banjir dan pengembangan jaringan hijau sepanjang sungai utama.

Penguatan kebijakan ini juga membutuhkan alokasi anggaran yang cukup, serta pelatihan tenaga kerja dalam teknik konstruksi hijau.

Secara keseluruhan, WRI menegaskan bahwa mengandalkan satu pendekatan saja tidak akan menyelesaikan masalah banjir berkelanjutan di Jakarta.

Kombinasi antara infrastruktur tradisional dan solusi alam dapat memberikan perlindungan jangka panjang bagi penduduk dan ekonomi kota.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.

Baca juga: