Media Kampung – 06 April 2026 | BRIN memperkirakan fenomena Godzilla El Nino akan melanda Indonesia pada April 2026, menandai kenaikan suhu laut Pasifik dan potensi kemarau panjang.

Istilah Godzilla El Nino dipakai publik untuk menggambarkan dampak ekstrem, bukan terminologi ilmiah resmi.

Penguatan fenomena diperkirakan terjadi bila bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif, yang dapat memperburuk kekeringan.

Data BRIN menunjukkan suhu permukaan laut dapat naik 1,5 hingga 2 derajat Celsius secara bertahap sejak awal fase El Nino.

Menurut pakar lingkungan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Syamsudduha Syahrorini, ketersediaan air menjadi sektor paling terdampak.

Kenaikan suhu berpotensi memicu krisis air bersih, menurunnya irigasi pertanian, serta penurunan produksi listrik dari pembangkit tenaga air.

Risiko kebakaran lahan gambut meningkat tajam, khususnya di wilayah Kalimantan dan Sumatra yang memiliki gambut luas.

Lahan gambut mudah terbakar karena suhu tinggi menguapkan air dalam lapisan organik, menciptakan bahan bakar alami.

Di sisi lain, wilayah utara ekuator berpotensi mengalami hujan deras, meningkatkan ancaman banjir sekaligus memperparah dampak tanah longsor.

Kombinasi kemarau ekstrem dan curah hujan tinggi menuntut kesiapan mitigasi yang terintegrasi.

Pemerintah diminta memperkuat pengelolaan air, termasuk pembangunan reservoir dan jaringan distribusi yang efisien.

Upaya reforestasi dan rehabilitasi lahan gambut menjadi prioritas untuk mengurangi sumber bahan bakar kebakaran.

Teknologi prediksi iklim, seperti model ENSO dan IOD, harus dioptimalkan untuk deteksi dini dan perencanaan respons.

BMKG juga memantau perkembangan, memperkirakan El Nino berpotensi lemah hingga moderat pada semester kedua 2026.

BMKG melaporkan 7% zona musim Indonesia sudah memasuki kemarau akhir Maret 2026, mencakup Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan sebagian Sulawesi.

Prediksi peningkatan zona kemarau hingga April‑Juni 2026 menambah tekanan pada sektor pertanian dan penyediaan air.

BMKG mengingatkan akurasi prediksi terbatas pada musim semi, namun keandalannya diperkirakan membaik pada Mei 2026.

Kombinasi potensi El Nino dan variabilitas iklim alami dapat memperpanjang musim kemarau di seluruh Indonesia.

Sektor pertanian, ketersediaan air, dan risiko kebakaran hutan diproyeksikan mengalami dampak signifikan.

Menteri Pertanian menyatakan stok beras nasional aman hingga 2027 sebagai langkah antisipasi pasokan pangan.

Masyarakat diimbau menghemat penggunaan air, menerapkan irigasi efisien, dan menyiapkan rencana darurat kebakaran.

Dengan prediksi Godzilla El Nino pada April 2026, aksi terkoordinasi antara pemerintah, ilmuwan, dan publik diperlukan untuk mengurangi dampak luas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.