Media Kampung – 31 Maret 2026 | Curah hujan tinggi pada sore Senin 30 Maret menyebabkan Jalan Raya BangilPasuruan terendam air hingga sekitar 30 sentimeter, memaksa pengendara menurunkan kecepatan dan mengakibatkan gangguan signifikan pada arus lalu lintas.

Penyebab utama banjir adalah luapan sungai di sekitar Kelurahan Latek, Kecamatan Bangil, yang tidak mampu menampung debit air yang tiba‑tiba meningkat, sehingga air meluap ke jalan utama.

Area terdampak mencakup jalur utama antara Bangil dan Pasuruan serta beberapa jalan penunjang di sekitarnya, dengan kondisi genangan yang meluas pada kilometer‑kilometer tertentu.

Kendaraan yang melintasi arah Pasuruan mengalami kemacetan panjang, dipaksa berhenti atau bergerak perlahan karena kedalaman air melebihi batas aman bagi sebagian besar jenis kendaraan.

Salah satu pengguna jalan, Lintartika, mengaku terjebak dalam kemacetan berjam‑jam dan menyatakan, “Saya tadi kena macet panjang dari arah Pasuruan. Ternyata ada banjir di Jalan Raya Bangil yang lumayan besar.”

Banjir juga merembes ke kawasan perumahan Kelurahan Gempeng, menggenangi halaman rumah dan menembus bagian dalam beberapa hunian, terutama di blok‑blok tengah yang terletak paling rendah.

Yudi, salah satu warga Gempeng, melaporkan, “Banjir dari luapan sungai yang ada di belakang perumahan, air masuk ke rumah‑rumah warga di blok tengah.”

Pihak BPBD Kabupaten Pasuruan memperingatkan bahwa dalam beberapa hari ke depan intensitas hujan diperkirakan tetap berada pada level sedang hingga tinggi, meningkatkan risiko genangan kembali.

Kondisi genangan sekitar 30 cm meningkatkan kemungkinan kendaraan mengalami kerusakan mesin atau kelistrikan, khususnya mobil dengan ground clearance rendah, yang rentan terendam dan mengalami mogok di tengah jalan.

Pihak berwenang menghimbau pengendara untuk menghindari rute tersebut, memilih jalan alternatif, dan tidak melaju melalui air yang menggenang karena dapat merusak kendaraan serta membahayakan keselamatan.

Polisi setempat menempatkan petugas di beberapa titik kritis untuk mengarahkan arus lalu lintas, membantu kendaraan yang terjebak, serta memberikan informasi real‑time kepada pengguna jalan.

Beberapa truk angkutan barang dan angkutan umum terpaksa berbalik atau menunggu bantuan, menambah tekanan pada jaringan transportasi regional dan menunda distribusi barang.

Penundaan distribusi barang antara Bangil dan Pasuruan berdampak pada pelaku usaha lokal, terutama pedagang yang mengandalkan jalur tersebut untuk pengiriman harian, sehingga menurunkan volume penjualan sementara.

Warga sekitar saling membantu memindahkan barang berharga dan perabotan dari rumah yang terendam, menunjukkan solidaritas komunitas dalam menghadapi dampak darurat yang muncul secara mendadak.

Meski curah hujan diperkirakan menurun dalam beberapa hari mendatang, otoritas tetap memantau situasi, dan masyarakat diminta tetap waspada serta mengikuti arahan resmi untuk menghindari gangguan lebih lanjut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.