Media Kampung – 07 April 2026 | Lebaran Betawi 2026 akan digelar pada 10‑12 April di Lapangan Banteng, Jakarta, sebagai perayaan tradisi Betawi yang melibatkan pertunjukan budaya dan kuliner khas. Acara ini menandai upaya revitalisasi warisan lokal di tengah dinamika perkotaan.

Penyelenggaraan dipimpin oleh Dinas Pariwisata DKI Jakarta bekerja sama dengan komunitas budaya Betawi serta sejumlah sponsor publik dan swasta. Jadwal utama mencakup pembukaan pada 10 April, puncak pertunjukan seni pada 11 April, dan penutupan pada 12 April.

Lokasi Lapangan Banteng terletak di jantung kota, mudah diakses melalui jaringan KRL, TransJakarta, dan jalur kendaraan pribadi. Seluas sekitar lima hektar, area tersebut akan diubah menjadi panggung terbuka lengkap dengan fasilitas penonton.

Serangkaian pertunjukan seni tradisional menjadi fokus utama, meliputi Tari Topeng Betawi, Gambang Kromong, dan Lenong Betawi yang menampilkan humor serta musik akustik. Selain itu, grup musik modern dengan sentuhan Betawi akan mengisi jeda antara aksi panggung.

Stan kuliner akan menyajikan berbagai makanan khas, seperti soto Betawi, kerak telor, nasi uduk, kue cubit, serta minuman es kelapa muda. Penjual UMKM lokal diberikan ruang khusus untuk menampilkan produk mereka kepada ribuan pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Budi Santoso, menyatakan, ‘Acara ini menjadi ajang pelestarian warisan budaya Betawi bagi generasi muda dan memperkuat citra Jakarta sebagai kota budaya.’

Ketua Komunitas Budaya Betawi, Ahmad Rizal, menambahkan, ‘Kami mengundang warga Jakarta serta wisatawan domestik dan mancanegara untuk merasakan kehangatan tradisi Betawi secara langsung.’

Lebaran Betawi pertama kali diperkenalkan pada tahun 2022 sebagai respons terhadap meningkatnya minat publik terhadap kebudayaan lokal. Penyelenggaraan tahun ini bertepatan dengan libur panjang Idul Fitri 2026, sehingga diperkirakan akan menarik kunjungan lebih banyak.

Keamanan menjadi prioritas, dengan penempatan pos polisi, Satpol PP, serta tim medis dan ambulans di beberapa titik strategis. Pengaturan lalu lintas khusus juga disiapkan untuk mengurangi kemacetan di sekitar Lapangan Banteng.

Dampak ekonomi diharapkan positif, terutama bagi pedagang kecil dan UMKM di sekitarnya, yang diproyeksikan mengalami peningkatan penjualan hingga 30 persen selama periode acara. Pendapatan tambahan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem bisnis kreatif kota.

Lebaran Betawi 2026 diharapkan tidak hanya menjadi festival budaya, melainkan juga contoh kolaborasi efektif antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta dalam melestarikan tradisi. Penutupan acara pada 12 April menandai akhir rangkaian perayaan yang meneguhkan identitas Betawi di era modern.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.