Media Kampung – 05 April 2026 | Workshop Parade Sastra Bercerita di Rembang dibuka pada Senin pagi dengan agenda utama meningkatkan kemampuan menulis puisi dan novel bagi pemuda setempat.
Penyelenggaraan acara diprakarsai oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang bekerja sama dengan komunitas penulis lokal.
Lebih dari seratus peserta, mayoritas berusia antara 16 hingga 25 tahun, mendaftar melalui formulir daring yang disebarkan di media sosial.
Program dirancang untuk menumbuhkan literasi kreatif, memperluas wawasan sastra, serta memotivasi generasi muda mengekspresikan diri lewat tulisan.
Selama tiga hari, peserta mengikuti serangkaian pelatihan yang meliputi teknik menulis, struktur narasi, serta penggunaan bahasa yang efektif.
Sesi khusus puisi menampilkan workshop tentang ritme, metafora, dan cara menyalurkan emosi dalam baris-baris pendek.
Latihan menulis novel mencakup perencanaan plot, pengembangan karakter, dan penataan bab demi bab yang koheren.
Pengajar utama, sastrawan senior Budi Santoso, mengulas pentingnya disiplin menulis serta kebiasaan membaca sebagai landasan kreativitas.
“Menulis bukan sekadar hobi, melainkan latihan mental yang memperkuat kemampuan berpikir kritis,” ujar Budi dalam sambutan pembukaan.
Seorang peserta, Rina Amalia, menambahkan bahwa workshop memberi panduan praktis yang sebelumnya sulit ia temukan di buku.
“Saya kini lebih percaya diri menyusun puisi karena mendapat umpan balik langsung dari mentor,” kata Rina.
Para peserta melaporkan peningkatan pemahaman tentang teknik sastra serta dorongan kuat untuk melanjutkan karya secara mandiri.
Kegiatan ini diharapkan menurunkan tingkat buta huruf kreatif di daerah, sejalan dengan program pemerintah meningkatkan budaya membaca.
Pemerintah Kabupaten Rembang menegaskan komitmen mendukung inisiatif seni melalui alokasi anggaran khusus pada sektor budaya.
Dana sebagian berasal dari hibah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang ditujukan untuk pengembangan kreativitas pemuda.
Penutup workshop mencatat rencana lanjutan berupa kompetisi menulis regional yang dijadwalkan pada kuartal berikutnya.
Kompetisi tersebut akan melibatkan sekolah menengah pertama dan atas serta membuka kategori puisi, cerpen, dan novel pendek.
Penguatan literasi kreatif di tingkat lokal diharapkan dapat menambah kontribusi karya sastra Indonesia di kancah nasional.
Data Badan Pusat Statistik 2023 menunjukkan bahwa hanya 38% remaja di Jawa Tengah rutin membaca buku selain materi pelajaran.
Inisiatif seperti workshop ini menjadi upaya konkret mengubah statistik tersebut menjadi tren positif.
Dengan dukungan berkelanjutan, diharapkan lebih banyak pemuda Rembang menorehkan karya yang dapat dipublikasikan secara profesional.
Acara berakhir dengan penyerahan sertifikat kepada semua peserta serta harapan bersama untuk terus menumbuhkan budaya menulis.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan