Media Kampung – 04 April 2026 | Pada Minggu, 29 Maret 2024, Pantai Watu Ulo di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, dipenuhi puluhan gerobak tradisional pegon yang berarak sebagai bagian dari perayaan Lebaran Ketupat. Arak-arakan ini menjadi pemandangan utama bagi pengunjung yang datang menikmati suasana pantai dan budaya lokal.

Pegon, sebuah gerobak berbentuk sapi yang telah lama menjadi alat transportasi pertanian di Jawa, kembali dihidupkan sebagai simbol kebanggaan masyarakat Ambulu. Festival tahunan ini menegaskan komitmen warga untuk melestarikan warisan budaya yang masih relevan dalam kehidupan modern.

Penyelenggaraan acara tahun ini merupakan hasil kerja sama antara Paguyuban Pegon dan Pemerintah Kabupaten Jember. Sinergi tersebut memastikan koordinasi logistik, keamanan, dan promosi yang memadai untuk menampung peningkatan jumlah pengunjung.

Alhamdulillah, arak-arakan pegon ini adalah kebanggaan masyarakat. Ini menjadi ikon Kecamatan Ambulu dalam melestarikan tradisi tahunan yang digelar tepat pada hari ketujuh bulan Syawal, ujar Plt. Camat Ambulu Fahrul Asrori. Fahrul menambahkan bahwa dukungan pemerintah daerah telah memperkuat posisi acara sebagai daya tarik wisata regional.

Meskipun teknologi modern telah mengubah cara transportasi, pegon masih berfungsi sehari-hari sebagai penarik beban pupuk, hasil panen, dan material bangunan bagi petani setempat. Keberlangsungan fungsi praktis ini menjadi dasar mengapa masyarakat tetap mempertahankan keberadaan pegon di lingkungan mereka.

Pada hari Lebaran, pegon dialihfungsikan menjadi kendaraan hias yang membawa rombongan keluarga untuk bersilaturahmi sekaligus berwisata. Desain hiasan warna-warni dan ornamen khas menambah nilai estetika sekaligus menegaskan peran budaya dalam perayaan keagamaan.

Acara tersebut juga menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antarwarga Ambulu dan desa tetangga seperti Wuluhan dan Jenggawah. Interaksi sosial yang terjadi di sepanjang pantai menciptakan suasana kebersamaan yang melampaui sekadar pertunjukan tradisional.

Pemerintah Kabupaten Jember saat ini tengah mengajukan pegon sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke Kementerian Kebudayaan. Proses pengajuan diharapkan dapat memberikan perlindungan hukum dan pengakuan nasional bagi warisan budaya yang unik ini.

Dengan antusiasme tinggi, puluhan pegon berhasil menyelesaikan rangkaian arak-arakan tanpa kendala keamanan berkat pengawasan Muspika dan aparat setempat. Keberhasilan ini menegaskan bahwa tradisi dapat terus berkembang selaras dengan upaya pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.