Media Kampung – 04 April 2026 | Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, secara resmi membuka Grand Final Pemilihan Duta Genre 2026 di Gedung Wanita Nganjuk pada Kamis, 2 April, sambil menekankan pentingnya penilaian berbasis kecerdasan selain penampilan fisik.
Acara dihadiri oleh Bunda Genre Yuni Marhaen, Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, serta jajaran Forkopimda, menandakan dukungan pemerintah daerah terhadap program generasi.
Marhaen Djumadi menyampaikan kebanggaannya atas pelaksanaan kompetisi dan mendorong pemuda untuk terus berpartisipasi dalam kompetisi tingkat kabupaten maupun provinsi.
Ia menegaskan bahwa seleksi Duta Genre bukan sekadar kontes kecantikan, melainkan harus menilai kecerdasan, wawasan, dan kemampuan komunikasi secara menyeluruh.
Bupati menambahkan bahwa finalis diharapkan menjadi agen perubahan yang dapat mempromosikan gaya hidup sehat, kesejahteraan mental, serta nilai spiritual.
Marhaen juga menyoroti peran Duta Genre dalam upaya percepatan penurunan stunting, menekankan edukasi gizi dan kesehatan sebagai bagian dari tugas mereka.
Ia mengingatkan adanya 150 pengajuan pernikahan muda tahun lalu, menggarisbawahi risiko fisik dan psikologis serta pentingnya menolak narkoba dan perilaku negatif.
Kepala Dinas PPKB Nganjuk, Asti Widyartini, melaporkan antusiasme tinggi dengan 182 pendaftar tahun ini, meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
Dari total pendaftar, 54 laki‑laki dan 128 perempuan berhasil melewati tahap administrasi, tes tertulis, wawancara, dan presentasi.
Seleksi ketat menghasilkan sepuluh pasangan finalis yang kemudian menjalani karantina serta pembekalan materi sebelum memasuki babak grand final.
Asti menekankan bahwa Duta Genre diharapkan berperan aktif dalam program penurunan stunting, menjadi contoh bagi remaja dalam pola makan seimbang dan kebiasaan hidup bersih.
Program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya pendidikan formal dan non‑formal sebagai sarana peningkatan kualitas hidup.
Penilaian juri akan melibatkan aspek pengetahuan tentang kesehatan, kebijakan sosial, serta kemampuan berkomunikasi publik yang efektif.
Marhaen menegaskan bahwa penampilan fisik tetap menjadi salah satu kriteria, namun tidak boleh menjadi faktor penentu utama dalam penetapan Duta Genre.
Ia menutup pidatonya dengan mengajak semua pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan lembaga masyarakat, mendukung finalis dalam melaksanakan tugas sosial setelah kompetisi selesai.
Acara grand final dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dengan serangkaian kegiatan edukatif, lomba kreatif, dan sesi interaktif bersama tokoh inspiratif daerah.
Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif pemuda, diharapkan Duta Genre 2026 dapat menjadi katalis perubahan positif bagi kesehatan dan kesejahteraan generasi Nganjuk.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan