Media Kampung – 02 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan 0,38 persen pada sesi pertama perdagangan Senin, menurun 26,66 poin menjadi 7.070.

Nilai transaksi tercatat sebesar 7,73 triliun rupiah, dengan volume 14,42 miliar lembar saham dan frekuensi perdagangan mencapai 1,03 juta kali.

Dari total 814 saham yang diperdagangkan, 245 saham menguat, 423 saham melemah, dan 146 saham tidak mengalami perubahan signifikan.

Di pasar valuta asing, rupiah melemah 13 poin atau 0,08 persen, berakhir pada 16.993 per dolar Amerika Serikat.

Kelima saham dengan kenaikan terbesar adalah RGAS, GSMF, NZIA, ZYRX, dan BAIK, yang masing-masing naik antara 16 persen hingga 31 persen dengan kenaikan poin antara 23 hingga 48.

RGAS mencatat lonjakan 30,59 persen dan berakhir pada 111, didorong oleh tekanan beli dari investor institusional.

GSMF naik 30 persen menjadi 117, mencerminkan optimisme di sektor terkait.

NZIA menambah 19,59 persen hingga 232, ZYRX naik 16,55 persen menjadi 162, dan BAIK menguat 16 persen ke level 348, semuanya dipengaruhi oleh prospek laba yang positif.

Di sisi lain, lima saham dengan penurunan terbesar adalah FMII, BBLD, LUCY, GIAA, dan ATIC, yang masing-masing kehilangan antara 8 persen hingga 13 persen nilai.

FMII turun 13,04 persen ke 240, BBLD melemah 11,49 persen menjadi 770, LUCY turun 9,88 persen menjadi 1.095, GIAA turun 8,97 persen ke 71, dan ATIC turun 8,93 persen ke 510.

Nilai kapitalisasi pasar masih didominasi oleh bank dan perusahaan sumber daya, dengan BBCA, BBRI, BUMI, BMRI, dan AADI menyumbang lebih dari 2,5 triliun rupiah.

BBCA menempati posisi teratas dengan nilai sekitar 1,03 triliun rupiah, diikuti BBRI sebesar 671,55 miliar, BUMI 408,25 miliar, BMRI 251,98 miliar, dan AADI 218,29 miliar.

Volume perdagangan dipimpin oleh GoTo Gojek Tokopedia yang menukar 20,34 juta lembar, sementara BUMI, GIAA, BIPI, dan DEWA juga menunjukkan volume tinggi.

Volume GoTo yang mencapai 20,34 juta lembar menegaskan minat investor yang tetap kuat pada platform berbasis teknologi meski pasar secara umum melemah.

Indeks regional bergerak beragam; Nikkei 225 Jepang turun 3,52 persen ke 51.541,42, Hang Seng Hong Kong turun 0,91 persen ke 24.727,84, sementara SSE Composite China naik 0,23 persen ke 3.922,72 dan Straits Times Singapura sedikit naik 0,02 persen ke 4.899,19.

Perbedaan pergerakan pasar Asia mencerminkan tekanan makroekonomi yang beragam, termasuk kebijakan moneter yang berbeda dan tren harga komoditas.

Analis menilai penurunan moderat IHSG dipengaruhi oleh melemahnya rupiah dan kekhawatiran terhadap sentimen risiko global, namun mereka juga menyoroti daya tahan saham berpotensi tinggi.

Salah satu komentator pasar menyatakan koreksi saat ini dapat membuka peluang beli bagi investor yang menargetkan sektor undervalued.

Secara keseluruhan, sesi berakhir dengan IHSG berada di zona merah, volume perdagangan tetap kuat, dan pelaku pasar menanti sinyal lebih lanjut dari kebijakan moneter serta laporan laba perusahaan.

Arah pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh data ekonomi mendatang dan perkembangan global, yang dapat memperpanjang penurunan atau memicu pemulihan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.