Media Kampung – 01 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berbalik turun pada sesi Selasa, 31 Maret 2026, setelah menutup sesi Senin melemah.
Penurunan diproyeksikan berada dalam kisaran 6.745–6.849, menandai potensi koreksi lanjutan.
Data perdagangan Senin menunjukkan IHSG berakhir di 7.048, turun 0,61% dan menembus zona merah.
Saham-saham seperti MEDC, BUMI, dan EMTK tercatat mengalami penurunan paling signifikan pada hari itu.
Analisis MNC Sekuritas dari Herditya Wicaksono menegaskan IHSG masih berada pada gelombang (v) wave [c] dan rentan tertekan.
Ia menambahkan bahwa level support utama terletak di 7.022 dan 6.917, sementara resistance berada di 7.302 dan 7.434.
Dalam konteks teknikal, MNC Sekuritas menyoroti pola penurunan yang masih berada pada fase downtrend, meski volume beli asing mulai kembali masuk.
Investor asing tercatat net buy pada beberapa saham, namun total net sell mingguan masih mencatat arus keluar sebesar Rp22 triliun.
Sejumlah analis menyoroti aksi beli agresif pada saham PT Tira Resources Tbk (PTRO) yang diprediksi akan menguat meski indeks melemah.
Rekomendasi PTRO didasarkan pada fundamental kuat di sektor pertambangan dan prospek kenaikan harga logam pada kuartal berikutnya.
PTRO diperkirakan dapat menembus resistance 1.200 rupiah, dengan target jangka pendek di 1.250 rupiah.
Selain PTRO, saham PT Medco Energy Tbk (MEDC) juga masuk dalam daftar rekomendasi karena eksposurnya pada energi terbarukan.
MEDC diproyeksikan melanjutkan tren bullishnya dengan target harga 3.800 rupiah, mengingat kebijakan pemerintah yang mendukung proyek energi hijau.
Analis lain dari Pilarmas Investindo menambahkan bahwa saham BBCA, HRUM, JPFA, dan TINS tetap menjadi pilihan defensif di tengah volatilitas.
Namun, mereka memperingatkan agar investor tidak mengabaikan risiko koreksi cepat bila IHSG menembus level support 6.745.
Jika indeks turun di bawah support tersebut, tekanan jual dapat meluas ke saham-saham berkapitalisasi menengah seperti MEDC.
Sejumlah laporan media mencatat bahwa pada sesi sebelumnya, saham BUMI dan EMTK mengalami penurunan lebih dari 5% masing-masing.
Penurunan tersebut dipicu oleh aksi profit taking dan kekhawatiran akan kebijakan moneter global.
Secara keseluruhan, pasar diperkirakan akan bergerak sideways dengan tekanan jual yang terdistribusi pada sektor energi dan pertambangan.
Investor disarankan untuk memantau pergerakan IHSG secara real time dan menyesuaikan posisi pada PTRO dan MEDC sesuai dengan level support‑resistance yang teridentifikasi.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa pasar masih dalam fase koreksi, namun peluang selektif pada saham-saham dengan fundamental kuat tetap terbuka.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan