Media Kampung – 30 Maret 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 1,59% ke level 6.984 poin pada Senin, 30 Maret 2026, menandai penurunan yang dipicu aksi jual besar pada saham-saham big caps termasuk BBRI.
Data BNI Sekuritas mencatat aliran keluar dana asing sebesar Rp1,89 triliun pada Jumat, 27 Maret, dengan BBRI, BBCA, BBNI, BMRI, dan TLKM menjadi saham yang paling banyak dijual.
Analisis BNI Sekuritas menilai tekanan berlanjut dan memperkirakan IHSG akan bergerak di antara support 6.900‑7.000 dan resistance 7.130‑7.160 pada sesi perdagangan hari ini.
Kiwoom Sekuritas Indonesia memperingatkan investor untuk menahan diri dan menunggu perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, data payroll AS, serta inflasi Indonesia Maret sebelum mengambil keputusan baru.
“IHSG berpotensi kembali menguji support terdekat di zona 7.050‑7.000, bahkan hingga 6.920,” ujar Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menekankan pentingnya level support tersebut.
Meski terkena aksi jual, BBRI tetap didukung oleh portofolio kredit yang luas, peran strategis dalam pembiayaan sektor mikro, serta kebijakan dividen yang konsisten.
Berbagai analis menyarankan posisi hold atau masuk secara hati-hati pada BBRI, dengan catatan bahwa pembelian baru sebaiknya ditunda hingga data fundamental dan makro menguat kembali.
Bandingan dengan BBCA dan BREN menunjukkan bahwa ketiga bank mengalami penurunan serupa, namun BBRI memiliki rasio NPL yang relatif rendah dan likuiditas yang kuat.
Jika level support 6.900‑7.000 berhasil dipertahankan, IHSG diperkirakan akan stabil kembali; sebaliknya, penembusan di bawah level tersebut dapat memicu koreksi lebih dalam.
Investor diharapkan terus memantau data ekonomi utama serta laporan keuangan kuartal berikutnya, sementara BBRI tetap menjadi komponen penting dalam portofolio pasar modal meski menghadapi volatilitas jangka pendek.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan