Media Kampung – Kenaikan harga bahan baku kapal diperkirakan mencapai 20% pada tahun 2026, menurut Anita Puji Utami, Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo). Dalam pernyataannya setelah pelantikan pengurus Iperindo 2026-2030 di Jakarta Selatan, dia menjelaskan bahwa kondisi ini menjadi tantangan bagi galangan kapal dalam mengikuti tender yang tidak mengakomodasi kenaikan harga.
“Bisa di 20 persen kenaikannya. Mulai 2026, iya,” ungkapnya. Anita juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam bentuk stimulus dan pengendalian harga bahan baku untuk membantu industri perkapalan nasional yang menghadapi lonjakan biaya produksi. “Karena dolar sudah sangat tinggi, tentunya bahan baku yang tinggi ini berpengaruh terhadap nilai keseluruhan produksi,” tambahnya.
Kapasitas dan Permintaan Kapal
Iperindo mencatat bahwa kapasitas industri galangan kapal nasional saat ini mencapai sekitar 1.200 kapal baru per tahun, dengan kapasitas reparasi mencapai 30.000 space. Namun, permintaan kapal untuk kebutuhan industri pertambangan justru mengalami penurunan signifikan hingga 60%. “Kalau untuk tambang turunnya sampai 60 persen. Saat ini, dari tahun lalu hingga tahun ini, permintaan kapal tambang turun drastis,” jelasnya.
Anita menjelaskan bahwa kebutuhan kapal saat ini mulai bergeser menuju angkutan bahan bakar minyak (BBM) dan jenis kapal yang dibangun pun menyesuaikan dengan permintaan pasar. “Produksi kapal kini lebih banyak didominasi oleh tanker dan mini tanker, bukan lagi tongkang dan tugboat seperti tahun lalu,” ujarnya.
Prioritas untuk Galangan Nasional
Selain itu, Iperindo berharap agar pembangunan kapal di dalam negeri diprioritaskan untuk galangan nasional. Harapan ini sejalan dengan rencana pemerintah dalam menyusun Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pembangunan kapal dalam negeri, yang diharapkan dapat meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) serta memperkuat industri perkapalan nasional.
“Kami mendorong pemerintah untuk memberikan insentif agar industri perkapalan dapat beradaptasi dengan perubahan pasar yang cepat ini,” tutup Anita.












