Media Kampung – Ketua Umum KORIKA, Hammam Riza, mengumumkan kolaborasi dengan AI Singapore dalam Project NUSA untuk mengembangkan ekosistem kecerdasan buatan (AI) yang mengedepankan tata kelola terbuka serta pemanfaatan data dan pengetahuan lokal. Dalam konferensi pers di AI Impact Summit di Denpasar, Bali, Hammam menjelaskan bahwa Project NUSA, singkatan dari Network of Unified and Secure AI, bertujuan untuk membangun pendekatan bersama dalam tata kelola, pengembangan, dan penerapan AI di Indonesia dan Singapura.

“Ini adalah sebuah jaringan dan upaya kita untuk membangun komunikasi serta kolaborasi agar memiliki pandangan dan platform bersama yang terpadu,” ungkap Hammam. Ia menekankan pentingnya keterbukaan data dan pengetahuan untuk mengadopsi konteks lokal, termasuk kearifan lokal dan bahasa daerah.

Hammam menegaskan, meskipun bersifat terbuka, tata kelola AI harus berlandaskan etika dan tetap menempatkan manusia sebagai pengambil keputusan. “Kita ingin AI yang aman, inklusif, dan menjangkau semua lapisan masyarakat. Hal ini sangat penting di tengah perkembangan AI yang begitu pesat,” tambahnya.

Deputy Director of AI Products AI Singapore, William Tjhi, menambahkan bahwa keberhasilan adopsi AI tidak hanya bergantung pada pengembangan model, melainkan juga pada ekosistem pendukung seperti akses pengetahuan dan kerangka tata kelola. Menurutnya, teknologi AI yang berhasil di wilayah lain belum tentu memberikan hasil serupa jika diterapkan di Indonesia tanpa penyesuaian terhadap kondisi lokal.

Project NUSA diarahkan untuk mempertemukan para pemangku kepentingan guna mengolah data menjadi pengetahuan dan kebijaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan, dengan harapan Indonesia dapat menjadi bagian dari tatanan acuan dunia dalam hal tata kelola dan pemanfaatan AI.