Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto menargetkan penerapan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran bioetanol 50 persen atau E50 dapat terealisasi dalam empat tahun ke depan. Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan meningkatkan penggunaan bioetanol secara bertahap mulai dari E10, E20, hingga akhirnya mencapai E50.

“Tahun ini kita baru bisa mencapai E10. Dua tahun lagi kita berharap mencapai E20, dan dua tahun sesudahnya kita berharap mencapai E50,” kata Prabowo, seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo menilai pengembangan bahan bakar berbasis nabati sangat krusial untuk membentengi ekonomi nasional dari lonjakan harga minyak dunia. Indonesia, menurutnya, memiliki potensi energi terbarukan yang melimpah, mulai dari batu bara, geothermal, hingga komoditas tanaman.

Selain bioetanol, Prabowo juga menyoroti kesuksesan pengembangan biodiesel berbasis kelapa sawit yang telah mencapai tahapan B50 (campuran biodiesel 50 persen). “Batu bara kita masih banyak, geothermal kita banyak. Yang terutama, kita bisa buat solar dari tanaman. Biodiesel sangat membantu kita, dan kita sudah mencapai B50,” ujarnya.

Prabowo optimistis, kombinasi penerapan E50 dan B50 bakal menjadi kunci bagi Indonesia untuk menyetop ketergantungan impor BBM dari luar negeri secara permanen. “Pada saat kita mencapai E50 dan B50, insyaallah kita tidak perlu lagi mengimpor BBM dari luar negeri,” tegas Prabowo.