Media Kampung – CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk, mengungkapkan bahwa dewan direksi kedua perusahaan telah membentuk komite khusus untuk membahas kemungkinan merger. Namun, Musk menegaskan bahwa rencana ini belum mencapai kesepakatan dan masih memerlukan persetujuan dari pemegang saham kedua perusahaan.
Musk menyatakan bahwa ia tidak terlibat dalam komite tersebut karena alasan konflik kepentingan yang diatur dalam peraturan sekuritas. Komite khusus ini terdiri dari direktur independen dari masing-masing dewan direksi. “Saya rasa ada sebagian orang yang beranggapan bahwa merger SpaceX dan Tesla sudah pasti terjadi. Menurut saya, anggapan itu terlalu berlebihan,” ujar Musk dalam panggilan konferensi dengan analis Wall Street.
Elon Musk juga mengatakan bahwa meskipun pembentukan komite ini menunjukkan keseriusan dalam menjajaki kemungkinan merger, hal itu tidak menjamin bahwa kedua perusahaan akan bergabung. Dalam konteks ini, Musk menyatakan bahwa terdapat banyak manfaat potensial dari penggabungan kedua perusahaan, terutama dalam bidang teknologi.
Manfaat Potensial dari Merger
Musk menyoroti bahwa penggabungan dapat membawa keuntungan di berbagai bidang, termasuk pengembangan perangkat lunak kecerdasan buatan (AI), desain cip semikonduktor, dan robotika. “Kita pada dasarnya sudah berada di era singularitas kecerdasan super dan ada banyak hal yang bisa diperoleh melalui kerja sama,” tambahnya.
Spekulasi mengenai kemungkinan merger ini telah menguat di pasar saham, terutama mengingat irisan kegiatan bisnis antara SpaceX dan Tesla, termasuk dalam bidang manufaktur semikonduktor. Pada Januari 2026, Tesla mengumumkan investasi sekitar USD 2 miliar untuk membeli saham perusahaan rintisan AI yang merupakan anak usaha SpaceX.
Pembahasan mengenai merger muncul di tengah laporan bahwa SpaceX mencatatkan kinerja keuangan kuartalan yang melampaui ekspektasi, dengan pendapatan perusahaan meningkat lebih dari dua kali lipat, salah satunya berkat penyewaan kapasitas komputasi kepada perusahaan AI lainnya.
Elon Musk sebelumnya juga dikenal dengan menggabungkan beberapa bisnis yang dimilikinya. Pada tahun 2025, ia menggabungkan perusahaan media sosial X dengan perusahaan rintisan AI bernama xAI. Kemudian, pada Februari 2026, SpaceX mengakuisisi xAI yang kini telah berganti nama menjadi SpaceXSI.












