Media Kampung – Laporan keuangan Danantara untuk tahun 2025 masih dalam proses audit, menjadi salah satu berita populer di kumparanBISNIS pada 19 Oktober 2026. Hal ini terjadi bersamaan dengan penurunan signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok 5,28% ke level 4.923,26.
Laporan Keuangan Masih Dalam Proses Audit
Managing Director Global Relations and Governance Danantara, Pahala Mansury, menyampaikan bahwa laporan keuangan tahun 2025 masih dalam tahap audit dan berkomitmen untuk segera mempublikasikan laporan tersebut setelah proses audit selesai. “Proses audit sudah mulai dilaksanakan dari pertengahan bulan Juli dan kami harapkan dapat segera memublikasikan setelah selesai,” ungkap Pahala di Wisma Danantara, Jakarta.
Walaupun demikian, Pahala belum dapat memastikan kapan audit tersebut akan selesai, karena bergantung pada pelaksanaan audit oleh auditor. Sebelumnya, COO BPI Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa laporan keuangan untuk tahun buku 2025 ditargetkan rampung pada Oktober 2026. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga telah memulai pemeriksaan atas laporan keuangan konsolidasian BPI Danantara untuk menilai kewajaran laporan serta mendorong penguatan tata kelola dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.
IHSG Anjlok 5,28%
Sementara itu, IHSG mengalami penurunan yang tajam pada akhir perdagangan Sesi I, dengan terdepresiasi 261,84 poin atau 5,28%. Indeks ditutup di posisi 4.923,26. Data dari Stockbit menunjukkan bahwa nilai transaksi perdagangan mencapai Rp10,03 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 16,89 miliar lembar melalui frekuensi 872,55 ribu kali.
Pelemahan IHSG ini didominasi oleh koreksi pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan nilai transaksi terbesar hingga Rp1,56 triliun, diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp1,36 triliun, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencapai Rp1,30 triliun. Di sisi lain, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi saham dengan volume transaksi terbanyak, mencapai 60,11 juta lembar.
Koreksi pasar saham domestik ini berbanding terbalik dengan dinamika bursa Asia yang mayoritas bergerak positif, seperti Indeks Hang Seng Hong Kong yang menguat 0,51% dan Straits Times Singapura yang naik 0,28%.













