Media Kampung – Bank of America Corp. berhasil menghimpun dana sebesar USD 8 miliar melalui penerbitan obligasi korporasi berperingkat tinggi pada Jumat (16/10). Penerbitan ini terbilang tidak biasa karena dilakukan setelah gejolak pasar kredit sepanjang pekan yang mengganggu rencana penggalangan dana sejumlah perusahaan.
Menurut laporan yang dikutip dari Bloomberg, transaksi tersebut terdiri dari empat seri surat utang dengan jatuh tempo antara tiga hingga 11 tahun. Selisih imbal hasil (spread) pada seri dengan tenor terpanjang, yakni obligasi senilai USD 2,75 miliar, menyempit sekitar 0,25 poin persentase dari indikasi harga awal menjadi 0,95 poin persentase di atas imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury).
Penerbitan obligasi kali ini menjadikannya bank besar Wall Street ketiga yang menjual obligasi pada pekan perdagangan yang lebih pendek akibat hari libur. Pekan itu juga diwarnai fluktuasi tajam pada imbal hasil US Treasury serta peningkatan risiko kredit pada perusahaan-perusahaan berperingkat tinggi, yang dipicu oleh data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dan meningkatnya kekhawatiran terhadap keberlanjutan belanja besar-besaran untuk pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Meski demikian, penerbitan obligasi korporasi berperingkat tinggi sepanjang pekan ini mencapai USD 28,5 miliar, hampir menyamai proyeksi para dealer. Bank of America, bersama JPMorgan Chase Co. dan Morgan Stanley, secara gabungan menerbitkan obligasi senilai USD 18 miliar.
Enam bank besar Wall Street, termasuk Goldman Sachs Group Inc., Citigroup Inc., dan Wells Fargo Co., biasanya mengatur penerbitan surat utang setelah merilis laporan keuangan kuartalan. Barclays Plc memperkirakan keenam bank tersebut akan menerbitkan obligasi investment grade senilai sekitar USD 41 miliar pada kuartal ini, angka yang sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata penerbitan pada periode yang sama sejak 2015.
Bank of America sebelumnya mengincar penerbitan obligasi sedikitnya USD 6 miliar ketika mulai menawarkan surat utangnya pada Jumat. Dengan transaksi terbaru ini, Bank of America telah menghimpun dana USD 25 miliar melalui penerbitan obligasi sepanjang tahun ini, melampaui Citigroup dan Wells Fargo yang juga telah menerbitkan surat utang bulan lalu.
Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, sebelum transaksi Bank of America, hanya ada empat penerbitan obligasi pada Jumat sepanjang tahun ini.












