Media Kampung – 10 April 2026 | Perusahaan pemasaran obat berbasis kecerdasan buatan Medvi mengeluarkan pernyataan resmi setelah muncul tuduhan penggunaan dokter dan pasien palsu dalam kampanyenya.

Tuduhan tersebut menyebutkan bahwa profil dokter yang dipamerkan di platform Medvi tidak dapat diverifikasi, sementara data pasien dianggap fiktif dan dibuat untuk meningkatkan penjualan produk farmasi.

Medvi menolak semua dakwaan itu, menyatakan bahwa semua tenaga medis yang terdaftar telah melalui proses verifikasi ketat dan data pasien berasal dari sumber yang sah.

Perusahaan yang didirikan oleh dua orang ini melaporkan pendapatan tahunan sekitar US$400 juta, sebagian besar berasal dari otomatisasi pemasaran obat menggunakan algoritma AI.

Keberhasilan Medvi menjadi contoh nyata dalam gelombang adopsi AI di sektor kesehatan, yang juga diangkat dalam acara AI Hackathon yang digelar di Filipina pada awal 2026.

Baca juga:

Acara tersebut menekankan pelatihan eksekusi dua hari, di mana peserta membangun sistem AI secara langsung tanpa menulis kode, dan beberapa peserta melaporkan penjualan cepat serta peningkatan omzet signifikan.

Penyelenggara hackathon menyoroti banyaknya ‘guru palsu’ yang menawarkan teori tanpa bukti, mengingatkan pelaku bisnis bahwa penerapan praktis AI lebih penting daripada hype.

Seorang juru bicara Medvi menyatakan, “Kami berkomitmen pada transparansi dan kepatuhan, semua dokter di jaringan kami telah terdaftar resmi dan data pasien kami bersumber dari rekam medis yang terverifikasi.”

Di tengah sorotan itu, platform AI lain, Perplexity, menawarkan dana US$1 juta bagi pengembang yang dapat menciptakan startup bernilai US$1 miliar, menandakan ekosistem investasi AI yang semakin kompetitif.

Sementara itu, layanan perbandingan harga obat TrimRx memperbaharui harga dan ulasannya pada 2026, menambah persaingan bagi Medvi dalam menyediakan informasi farmasi berbasis AI.

Baca juga:

Otoritas kesehatan Indonesia menyatakan akan memperketat regulasi pemasaran obat digital, termasuk verifikasi identitas dokter dan keamanan data pasien.

Analisis pasar menunjukkan bahwa perusahaan kecil dengan model AI ringan dapat bersaing dengan pemain besar, asalkan mematuhi standar etika dan regulasi yang berlaku.

Reaksi investor terlihat hati-hati; beberapa dana ventura menunda keputusan pendanaan hingga klarifikasi resmi diterima, mencerminkan sensitivitas reputasi dalam sektor AI medis.

Medvi menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan akan terus beroperasi dengan mengedepankan integritas, sementara industri AI kesehatan tetap berada di bawah pengawasan ketat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.

Baca juga: