Media Kampung – 09 April 2026 | Antam melaporkan penurunan harga emas per gram pada 9 April 2026 menjadi Rp2.850.000, turun Rp50.000 dari hari sebelumnya. Penurunan ini bersamaan dengan penurunan harga buyback menjadi Rp2.605.000 per gram.

harga emas dunia pada 8 April 2026 naik 1,6% menjadi USD4.779,19 per ounce, dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS dan harga minyak setelah kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran. Kenaikan tersebut sempat mendorong harga emas spot ke level tertinggi tiga minggu.

Meskipun harga emas dunia menguat, Antam menurunkan harga jualannya karena faktor likuiditas pasar domestik dan penyesuaian kurs. Antam mencatat rekor tertinggi pada 29 Januari 2026 sebesar Rp3.168.000 per gram.

Pada hari yang sama, harga perak Antam juga mengalami koreksi, turun Rp1.400 menjadi Rp47.050 per gram. Harga perak dunia pada 9 april 2026 berada di kisaran USD73,5 per ounce, menurun 0,29% setelah volatilitas terkait ketegangan di Timur Tengah.

Penurunan harga perak dipicu oleh sentimen pasar yang menilai risiko geopolitik di Selat Hormuz, di mana lalu lintas tanker minyak sempat terganggu. Investor mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, sehingga logam mulia mengalami fluktuasi.

Baca juga:

Di tengah dinamika harga komoditas, Antam memperoleh penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup pada 9 April 2026. Penghargaan diberikan kepada lima unit operasional, termasuk unit tambang emas dan bauksit serta unit pengolahan logam mulia.

Direktur Operasi dan Produksi Antam, Hartono, menyatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja lingkungan dan sosial perusahaan. Ia menegaskan komitmen Antam pada praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Antam telah menerapkan manajemen limbah yang lebih ketat, meningkatkan efisiensi energi, dan mengurangi emisi gas rumah kaca di semua lokasi operasional. Program reklamasi dan revegetasi juga diintensifkan untuk memulihkan ekosistem pasca penambangan.

Selain upaya lingkungan, perusahaan menjalankan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah tambang, mencakup pelatihan keterampilan dan dukungan infrastruktur. Inisiatif tersebut diharapkan memperkuat hubungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Penghargaan PROPER Hijau menegaskan bahwa Antam melampaui kepatuhan regulasi dan mengadopsi standar internasional dalam pengelolaan lingkungan. Hal ini dapat memperkuat reputasi perusahaan di pasar modal dan menarik investor yang menilai faktor ESG.

Baca juga:

Analis pasar mencatat bahwa penurunan harga emas dan perak Antam dapat meningkatkan daya tarik bagi pembeli domestik, terutama yang mengandalkan produk Antam sebagai aset lindung nilai. Namun, volatilitas global tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi harga komoditas.

Antam mencatat bahwa penurunan harga tidak mengubah prospek jangka panjang perusahaan, mengingat cadangan mineral yang masih signifikan dan rencana eksplorasi di wilayah baru, termasuk potensi emas di Arab Saudi. Strategi diversifikasi produk diharapkan mendukung pertumbuhan.

Dengan penghargaan lingkungan yang baru diraih, Antam menargetkan peningkatan investasi pada teknologi bersih dan digitalisasi proses penambangan. Langkah ini selaras dengan agenda nasional untuk mendukung ekonomi hijau.

Secara keseluruhan, pasar logam mulia Indonesia berada pada fase penyesuaian harga sementara Antam terus menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan operasional dan pengembangan bisnis yang berkelanjutan. Kondisi ini diharapkan memberikan stabilitas bagi investor dan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.

Baca juga: