Media Kampung – 08 April 2026 | Indocement mengumumkan pencapaian Anugerah Lingkungan PROPER EMAS 2025 pada acara resmi di Jakarta.
Penghargaan tersebut menandai keberhasilan perusahaan dalam mengelola dampak lingkungan secara berkelanjutan.
Penilaian PROPER dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berdasarkan serangkaian indikator kinerja lingkungan.
Kategori EMAS menunjukkan tingkat kepatuhan tertinggi di antara perusahaan sektor industri.
Indocement memperoleh skor tertinggi pada aspek penggunaan energi, pengelolaan limbah, serta emisi karbon.
Skor tersebut mencerminkan upaya perusahaan dalam mengoptimalkan proses produksi semen dengan teknologi ramah lingkungan.
Direktur Utama Indocement, Budi Santoso, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bukti komitmen jangka panjang perusahaan.
Ia menambahkan, “Kami terus meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi jejak karbon untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.”
KLHK menegaskan bahwa proses audit PROPER melibatkan verifikasi data lapangan serta inspeksi fasilitas produksi.
Pihak kementerian menilai bahwa Indocement memenuhi standar emisi SO₂, NOₓ, dan partikel debu yang ketat.
Indocement telah mengimplementasikan sistem pemanfaatan limbah padat sebagai bahan baku alternatif sejak 2019.
Penggunaan bahan bakar alternatif tersebut berhasil menurunkan konsumsi batu bara hingga 30 persen.
Selain itu, perusahaan mengadopsi teknologi kilang semen berteknologi tinggi yang mengurangi konsumsi energi listrik.
Data internal menunjukkan penurunan intensitas energi per ton semen sebesar 15 persen dalam tiga tahun terakhir.
Peningkatan tersebut sejalan dengan target nasional untuk mengurangi intensitas energi sektor industri.
Pengamat industri, Rina Hartati, menilai penghargaan ini dapat meningkatkan reputasi Indocement di pasar global.
Ia berpendapat, “Investor kini semakin menilai kinerja ESG, sehingga sertifikasi EMAS menjadi nilai tambah kompetitif.”
Indocement berencana memperluas program daur ulang limbah cair dengan membangun fasilitas pengolahan di semua pabriknya.
Target jangka menengah perusahaan adalah mencapai netralitas karbon pada tahun 2040.
Penghargaan PROPER EMAS 2025 diharapkan menjadi motivasi bagi pelaku industri lain untuk meningkatkan standar lingkungan.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan swasta dalam mengatasi perubahan iklim.
Dengan pencapaian ini, Indocement menegaskan komitmennya untuk berkontribusi pada agenda pembangunan hijau Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan