Media Kampung – 07 April 2026 | Sido Muncul, produsen jamu terkemuka Indonesia, resmi menerima penghargaan PROPER Emas 2025 pada upacara yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penghargaan tersebut menandai pencapaian tertinggi dalam sistem Penilaian Performa Lingkungan (PROPER) yang menilai kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

Penilaian PROPER menilai aspek pengelolaan limbah, emisi gas rumah kaca, penggunaan energi terbarukan, serta program tanggung jawab sosial perusahaan.

Sido Muncul berhasil memenuhi semua kriteria dengan skor maksimum, menjadikannya satu-satunya perusahaan di sektor farmasi yang meraih status emas tahun ini.

Direktur Utama Sido Muncul, Budi Hartono, menyatakan perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan standar lingkungan melalui inovasi teknologi dan praktik produksi bersih.

“Kami menganggap penghargaan ini sebagai bukti nyata bahwa strategi hijau kami berdampak positif bagi masyarakat dan ekosistem,” ujar Budi dalam sambutan singkat.

Program pengelolaan limbah berbahaya Sido Muncul mencakup daur ulang 95 persen limbah produksi serta penggunaan sistem pemrosesan air limbah berteknologi tinggi.

Selain itu, pabrik-pabrik perusahaan telah beralih ke sumber energi terbarukan, dengan 70 persen kebutuhan listrik dipenuhi oleh panel surya.

Pengurangan emisi CO₂ tercapai melalui optimalisasi proses fermentasi dan penggunaan bahan baku organik yang bersertifikat ramah lingkungan.

Inisiatif lain meliputi penanaman pohon di lahan rehabilitasi, di mana perusahaan menanam lebih dari 200.000 pohon dalam tiga tahun terakhir.

Kegiatan penghijauan tersebut dipadukan dengan program edukasi petani tentang pertanian berkelanjutan.

Penilaian terakhir mengungkap bahwa Sido Muncul menurunkan intensitas penggunaan air sebesar 30 persen dibandingkan periode 2019-2020.

Data internal perusahaan juga mencatat peningkatan efisiensi energi sebesar 25 persen melalui modernisasi peralatan produksi.

Penghargaan ini diharapkan dapat mendorong perusahaan sejenis untuk mempercepat adopsi praktik ramah lingkungan.

Pengamat industri farmasi, Dr. Rina Suryani, menilai pencapaian Sido Muncul sebagai contoh terbaik integrasi keberlanjutan dalam rantai nilai produk tradisional.

Ia menambahkan, “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat tetap kompetitif sekaligus memenuhi tanggung jawab ekologis.”

PROPER Emas 2025 menjadi referensi penting bagi regulator dalam menilai kebijakan insentif fiskal bagi perusahaan berkelanjutan.

Sido Muncul berencana memperluas program hijau ke seluruh jaringan distribusinya, termasuk penggunaan kendaraan listrik untuk logistik.

Dengan penghargaan ini, perusahaan menegaskan visi jangka panjangnya untuk menjadi pelopor industri farmasi hijau di Asia Tenggara.

Keberhasilan Sido Muncul memperkuat citra Indonesia sebagai produsen produk tradisional yang berkomitmen pada standar lingkungan internasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.