Media Kampung – 07 April 2026 | PT Kaltim Methanol Industri (KMI) baru saja menerima penghargaan PROPER EMAS 2025 atas pencapaian lingkungan yang signifikan.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui program Penilaian Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER).

PROPER EMAS merupakan tingkat tertinggi dalam skema penilaian yang menilai kepatuhan dan inisiatif perusahaan dalam mengelola dampak lingkungan.

Penilaian tersebut mencakup kepatuhan hukum, manajemen lingkungan, serta program keberlanjutan jangka panjang.

KMI beroperasi di kompleks industri Bontang, Kalimantan Timur, dengan kapasitas produksi metanol terbesar di Indonesia.

Perusahaan mengklaim telah menurunkan intensitas emisi karbon sebesar 25% sejak 2020 melalui teknologi pembakaran bersih.

Sistem pemantauan real‑time yang diintegrasikan dengan pusat kontrol memastikan batas emisi tetap berada di bawah standar regulasi.

Pengelolaan limbah cair kini menggunakan proses bio‑reaktor yang memanfaatkan mikroorganisme untuk mengurangi BOD dan COD.

Hasilnya, kualitas air buangan memenuhi kriteria baku mutu air limbah industri secara konsisten.

Selain itu, KMI mengimplementasikan program daur ulang energi panas buangan untuk menghasilkan uap yang dipakai kembali dalam proses produksi.

Langkah tersebut mengurangi konsumsi bahan bakar fosil sebesar 15% dalam satu tahun terakhir.

Manajemen puncak menegaskan komitmen perusahaan terhadap ekonomi sirkular dan pengurangan jejak ekologi.

“Kami bertekad menjadikan KMI contoh industri hijau di Asia Tenggara,” ujar Direktur Utama KMI, Budi Santoso.

Ia menambahkan bahwa pencapaian PROPER EMAS menjadi bukti nyata implementasi kebijakan berkelanjutan.

Penghargaan ini juga menyoroti peran aktif KMI dalam program penanaman kembali mangrove di wilayah pesisir Bontang.

Sejak 2021, perusahaan telah menanam lebih dari 200.000 bibit mangrove untuk mengurangi erosi dan menyerap CO₂.

Program sosial‑lingkungan tersebut melibatkan tenaga kerja lokal, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi.

KMI juga berkolaborasi dengan lembaga penelitian universitas lokal untuk mengembangkan teknologi katalis ramah lingkungan.

Hasil riset terbaru menunjukkan potensi pengurangan emisi metana hingga 30% pada proses reformasi gas.

Penerimaan PROPER EMAS 2025 meningkatkan reputasi KMI di mata investor domestik dan internasional.

Beberapa lembaga keuangan menyatakan niat untuk menambah pembiayaan green bond kepada perusahaan.

Langkah tersebut sejalan dengan agenda pemerintah Indonesia untuk memperluas pembiayaan berkelanjutan.

Di tingkat nasional, penghargaan ini menandai peningkatan standar lingkungan di sektor kimia berat.

Industri sejenis kini dipacu untuk mengadopsi praktik serupa demi mencapai target net‑zero pada 2050.

KMI berencana memperluas program energi terbarukan dengan menginstall panel surya seluas 10 megawatt pada tahun depan.

Investasi tersebut diperkirakan akan menambah kontribusi energi bersih sebesar 5% terhadap total konsumsi listrik pabrik.

Selain energi, perusahaan mengintensifkan penggunaan bahan baku daur ulang dalam proses kimia.

Penelitian internal menunjukkan pengurangan limbah padat sebesar 18% berkat pemanfaatan slag sebagai bahan bangunan.

Penggunaan slag tersebut telah diintegrasikan ke dalam proyek pembangunan infrastruktur lokal.

KMI menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar sertifikasi, melainkan strategi bisnis jangka panjang.

Manajemen mengingatkan bahwa evaluasi PROPER akan dilakukan secara tahunan, menuntut perbaikan berkelanjutan.

Dengan pencapaian ini, KMI berharap dapat menjadi benchmark bagi perusahaan lain dalam mengoptimalkan kinerja lingkungan.

Secara keseluruhan, penghargaan proper EMAS 2025 menegaskan posisi KMI sebagai pelaku industri yang bertanggung jawab dan inovatif.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.