Media Kampung – 07 April 2026 | PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengumumkan rencana mengaktifkan kembali tambang batu bara Ombilin pada akhir tahun 2026, menandai langkah strategis perusahaan dalam memperpanjang umur produksi.

Rencana tersebut muncul setelah evaluasi teknis dan ekonomi menunjukkan potensi cadangan yang masih layak dieksploitasi, serta dukungan kebijakan pemerintah terkait keamanan energi nasional.

PTBA menyatakan bahwa revitalisasi Ombilin akan melibatkan investasi sekitar Rp 8 triliun, mencakup pembaruan infrastruktur penambangan, peralatan modern, dan peningkatan sistem keselamatan kerja.

Investasi tersebut diperkirakan akan menciptakan lebih dari 2.000 lapangan kerja langsung, selain peluang bagi pemasok lokal dan kontraktor di wilayah Sumatera Selatan.

Direktur Utama PTBA, Nicke B. Haryono, menegaskan komitmen perusahaan untuk melaksanakan proyek secara berkelanjutan, dengan menekankan penggunaan teknologi ramah lingkungan dan pemantauan emisi.

“Kami berupaya menyeimbangkan kebutuhan energi dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan, sehingga proses penambangan kembali dapat diterima oleh semua pemangku kepentingan,” ujar Haryono dalam konferensi pers.

Pemerintah daerah Sumatera Selatan juga memberikan persetujuan awal atas rencana tersebut, dengan menekankan pentingnya kontribusi ekonomi tambang bagi pendapatan daerah.

Dalam konteks nasional, penambahan kapasitas produksi dari Ombilin diproyeksikan menambah sekitar 5 juta ton batu bara per tahun, yang dapat memperkuat pasokan energi listrik domestik.

Analisis pasar energi menunjukkan bahwa permintaan batu bara di Indonesia masih stabil hingga pertengahan dekade, terutama untuk pembangkit listrik tenaga uap.

Namun, PTBA juga mengakui tantangan regulasi terkait emisi karbon dan tekanan internasional untuk transisi energi, sehingga perusahaan berencana mengintegrasikan proyek carbon capture di masa depan.

Tim teknik PTBA telah menyelesaikan studi kelayakan yang mencakup penilaian geologi, risiko operasional, serta estimasi biaya total, dan hasilnya disetujui oleh dewan komisaris.

Proses perizinan lingkungan diperkirakan selesai pada kuartal pertama 2025, setelah itu akan dimulai tahap konstruksi fasilitas penunjang seperti jalan akses dan instalasi listrik.

Jika jadwal terpenuhi, penambangan pertama dapat dimulai pada pertengahan 2026, dengan target produksi penuh pada akhir tahun yang sama.

Peluncuran kembali Ombilin diharapkan meningkatkan kontribusi PTBA terhadap laba bersih perusahaan, yang diproyeksikan naik 12 persen pada 2027 dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, proyek ini menegaskan kembali peran PTBA sebagai pemain utama dalam sektor pertambangan batu bara Indonesia, sekaligus menyoroti upaya perusahaan dalam mengadaptasi tren energi global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.