Media Kampung – 05 April 2026 | Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Gus Kikin, menyatakan kesiapan organisasi dan jaringan pengusaha NU untuk menjalin kerjasama strategis dengan Jepang dalam bidang pangan.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuan resmi Gus Kikin dengan Konsul Jenderal Kedutaan Besar Jepang di Surabaya, yang menyoroti potensi investasi di sektor makanan dan agribisnis Indonesia.
Gus Kikin menekankan bahwa kolaborasi ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas produk lokal melalui transfer teknologi dan standar internasional.
Ia menambahkan bahwa para pengusaha NU yang tergabung dalam asosiasi bisnis telah menyiapkan proposal konkret untuk proyek bersama, termasuk pengolahan hasil pertanian dan pengembangan produk olahan tradisional.
Konsul Jepang menyambut positif inisiatif tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah Jepang untuk mendukung proyek yang berkelanjutan serta ramah lingkungan.
Dalam pertemuan, dibahas kemungkinan pendanaan melalui mekanisme joint venture, serta akses pasar Jepang bagi produk pangan Indonesia yang memenuhi sertifikasi halal.
Gus Kikin menegaskan pentingnya sertifikasi halal sebagai nilai tambah yang dapat memperluas pangsa pasar di negara mayoritas Muslim dan non‑Muslim.
Pengusaha NU menilai bahwa dukungan Jepang akan mempercepat modernisasi rantai pasok, mulai dari budidaya hingga distribusi, sehingga meningkatkan efisiensi dan mengurangi limbah.
Sebagai contoh, beberapa pelaku usaha di Jawa Timur berencana mengadopsi teknologi pengeringan dan pengemasan yang telah teruji di pasar Jepang.
Kedua belah pihak sepakat untuk membentuk tim kerja gabungan yang akan menyusun roadmap implementasi selama dua tahun ke depan.
Tim tersebut akan mencakup perwakilan PWNU, asosiasi pengusaha, lembaga riset pertanian, dan perwakilan Kedutaan Besar Jepang.
“Kerja sama ini membuka peluang kerja bagi UMKM lokal dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global,” ujar Gus Kikin dalam pernyataan singkatnya.
Analisis ekonomis menunjukkan bahwa peningkatan nilai tambah pada produk pangan dapat menyumbang pertumbuhan PDB regional hingga 0,5 persen per tahun.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan insentif fiskal bagi investasi asing yang berfokus pada inovasi pangan, yang sejalan dengan agenda kolaborasi ini.
Masyarakat dan kalangan akademisi menilai bahwa sinergi antara organisasi keagamaan, dunia usaha, dan diplomasi ekonomi dapat menjadi model bagi kerjasama lintas sektoral di Indonesia.
Kesepakatan ini diharapkan segera terealisasi, memperkuat jaringan perdagangan antara Indonesia dan Jepang serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di Jawa Timur.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan