Media Kampung – 04 April 2026 | Hisense berhasil menyelenggarakan ASEAN Partner Conference 2026 di Kuala Lumpur, menandai langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kehadiran regional. Acara tersebut dihadiri perwakilan utama dari lebih dua puluh mitra bisnis di Asia Tenggara.

Fokus konferensi adalah memperdalam program lokalisasi produk, dengan target meningkatkan porsi komponen buatan lokal hingga 70 persen dalam lima tahun ke depan. Inisiatif ini diharapkan menurunkan biaya produksi dan mempercepat respon pasar.

Selain itu, Hisense menampilkan rangkaian produk terbaru, termasuk televisi pintar berteknologi AI dan perangkat rumah tangga ramah lingkungan. Demonstrasi menekankan efisiensi energi serta integrasi dengan platform IoT.

Direktur Regional ASEAN, Li Wei, menyatakan bahwa kolaborasi dengan mitra lokal merupakan kunci untuk memperluas jaringan distribusi. ‘Kami ingin tumbuh bersama mitra kami, bukan sekadar menjadi pemasok,’ ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Pada sesi panel, beberapa mitra mengungkapkan antusiasme terhadap kebijakan lokalisasi yang memberikan peluang investasi di pabrik lokal. Mereka menilai hal tersebut dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan keahlian teknis di kawasan.

Hisense juga menegaskan komitmen terhadap standar keberlanjutan, dengan menargetkan penggunaan bahan daur ulang pada 40 persen produk akhir pada 2028. Program ini selaras dengan agenda hijau yang diusung oleh banyak negara ASEAN.

Penyelenggaraan konferensi bertepatan dengan peluncuran lini pendingin udara yang mengadopsi teknologi inverter hemat energi. Produk tersebut dirancang khusus untuk iklim tropis yang panas dan lembab.

Sebuah studi internal yang dipresentasikan menunjukkan bahwa penetrasi pasar Hisense di ASEAN meningkat 12 persen pada tahun 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh strategi harga kompetitif dan jaringan layanan purna jual yang lebih luas.

Mitra logistik regional menyoroti pentingnya integrasi sistem manajemen rantai pasok berbasis cloud. Dengan data real‑time, perusahaan dapat mengoptimalkan stok dan memperkecil waktu pengiriman.

Di sisi pemasaran, Hisense mengumumkan kampanye digital yang menargetkan konsumen milenial melalui media sosial dan platform e‑commerce. Konten kampanye menonjolkan nilai fungsional dan desain minimalis.

Pemerintah Malaysia memberikan sambutan positif terhadap inisiatif lokalisasi, menilai hal tersebut selaras dengan kebijakan “Made in Malaysia”. Mereka menyatakan siap mendukung melalui insentif pajak bagi investasi asing.

Sesi tanya jawab mengungkap tantangan regulasi yang berbeda‑beda di tiap negara anggota ASEAN. Hisense berkomitmen menyesuaikan produk agar memenuhi standar keamanan dan sertifikasi setempat.

Pada akhir acara, perusahaan mengundang semua peserta untuk mengunjungi pameran teknologi yang menampilkan prototipe robotik rumah tangga. Prototipe tersebut masih dalam tahap uji coba beta.

Analisis industri menyebutkan bahwa strategi lokalisasi Hisense dapat memperkuat posisi kompetitif melawan merek elektronik lain yang juga memperluas produksi di Asia. Keunggulan biaya dan kecepatan adaptasi menjadi faktor utama.

Sementara itu, para investor mencatat bahwa peningkatan kolaborasi mitra dapat meningkatkan margin operasional perusahaan. Laporan keuangan kuartal pertama 2026 diproyeksikan mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 8 persen.

Hisense menegaskan bahwa inovasi berkelanjutan akan tetap menjadi landasan dalam setiap pengembangan produk. Perusahaan berencana meluncurkan program pelatihan teknis bagi tenaga kerja lokal pada akhir 2026.

Dengan agenda yang terstruktur, konferensi tersebut menandai titik balik bagi strategi ekspansi Hisense di kawasan. Langkah selanjutnya meliputi pembukaan pusat layanan teknis di tiga kota utama ASEAN.

Secara keseluruhan, acara ini menegaskan tekad Hisense untuk mengintegrasikan produksi, pemasaran, dan keberlanjutan dalam satu ekosistem regional yang berdaya saing. Harapan perusahaan adalah pertumbuhan yang berkelanjutan bersama mitra lokal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.